Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kembangkan AI untuk Event Organizer, Latih UMKM dan Pelajar: Cara Startup Lokal Cukur Gundul Genjot Literasi Digital di Masyarakat

Yusuf Bastiar • Minggu, 10 Mei 2026 | 09:23 WIB
Salah satu desain yang dikembangkan dengan memanfaatkan AI. DOK PRIBADI
Salah satu desain yang dikembangkan dengan memanfaatkan AI. DOK PRIBADI

GUNUNGKIDUL - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan pelaku usaha kreatif di Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya dilakukan startup lokal cara untuk kita maju bersama di Gunungkidul (Cukur Gundul) yang kini aktif mengembangkan pelatihan literasi digital hingga pemberdayaan UMKM berbasis AI.

Pendiri Cukur Gundul Rully Yohanes Punu mengatakan, usaha rintisan yang dibangunnya sejak 2021 ini bergerak di bidang digital marketing dan event organizer dengan fokus kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat Gunungkidul.

“Kami fokus di event organizer dan digital marketing. Kegiatan yang kami pilih harus bermanfaat untuk Gunungkidul dan melibatkan masyarakat lokal,” ujarnya Rully saat ditemui, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Lapas Kelas IIB Sleman Lakukan Razia Operasi Penggledahan dan Tes Urine bagi 337 Warga Binaan

Menurut Rully, berbagai kegiatan telah digelar selama beberapa tahun terakhir mulai dari pentas musik, festival band pelajar, pameran lukisan, hingga kontes kebaya. Namun belakangan, pihaknya mulai mengarahkan program pada pelatihan literasi digital dan AI bagi pelajar maupun pelaku UMKM.

Saat ini, Cukur Gundul juga digandeng Kementerian Komunikasi dan Digital dalam program pemberdayaan UMKM berbasis teknologi digital. Bahkan sejak aktif melakukan berbagai pelatihan pada 2025 lalu, komunitas tersebut sempat diundang ke Jakarta untuk mengikuti pengembangan program bersama pemerintah pusat.

Rully mengungkapkan, ketertarikannya pada pengembangan teknologi berawal dari latar belakang pendidikan informatika yang dimilikinya.

Baca Juga: Tiga WNI Terindikasi  Jemaah Haji Ilegal, Bisa Digagalkan Petugas di Bandara YIA

Selama tujuh tahun kembali ke Gunungkidul sembari mengelola usaha keluarga, ia melihat masih adanya kesenjangan antara perkembangan teknologi dengan kemampuan literasi digital masyarakat.

“Teknologinya sudah masuk lebih dulu, tetapi literasi digital masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah besar,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Cukur Gundul mulai mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan gratis terkait pemanfaatan teknologi digital. Program itu telah dimulai sejak 2021, sedangkan fokus pada pengembangan AI mulai dilakukan sejak 2024. 

“Kalau teknologi masyarakat Gunungkidul sebenarnya sudah melek. Tetapi apakah sudah dimanfaatkan secara maksimal, itu yang masih perlu didorong,” jelasnya.

Baca Juga: Progres Sudah 47 Persen, Rehabilitasi Jembatan Jonge Dipercepar Ditarget Rampung Juni 

Dalam pelatihan yang diberikan, peserta dikenalkan pemanfaatan AI untuk mendukung pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, hingga penjadwalan konten promosi UMKM berupa foto dan video.

Dia menyebut, penggunaan AI dapat membantu pelaku usaha kecil menghasilkan materi promosi yang lebih menarik meskipun menggunakan perangkat sederhana.

“Kamera yang kualitasnya biasa saja bisa dibantu AI sehingga hasil kontennya lebih baik dan menarik untuk pemasaran,” ungkapnya.

Meski peluang usaha di bidang AI dan digitalisasi di Gunungkidul dinilai belum terlalu besar, Rully melihat perkembangan mulai menunjukkan arah positif. Sejumlah dinas disebut mulai aktif mendorong pelatihan dan pemanfaatan teknologi digital bagi masyarakat.

Baca Juga: Pelaku Begal Pantat di Magelang Ditangkap, Ngaku Aksinya sebagai Kepuasan Pribadi

Namun sebagai startup lokal, pihaknya masih bertahan dan berkembang secara bertahap selama lima tahun terakhir.

Baginya, keberadaan kompetitor justru menjadi hal positif karena dapat mempercepat pembangunan dan transformasi digital di Gunungkidul.

“Kalau ada yang bergerak di bidang yang sama saya justru senang. Artinya percepatan pembangunan digital di Gunungkidul bisa berjalan lebih cepat,” tambahnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kembangkan AI #Startup Lokal #ditigal marketing #event organizer #literasi digital