JOGJA - Menyambut momentum tahun ajaran baru dan meningkatnya aktivitas penerimaan mahasiswa, Santi Mebel Jogja mulai menggenjot penjualan furnitur untuk kebutuhan kos-kosan. Strategi ini difokuskan untuk menyasar para pengusaha kos dan kontrakan yang tengah mempersiapkan unit hunian mereka.
Marketing Manager Santi Mebel, Fahri Korib mengatakan, bahwa periode April hingga Mei menjadi fase awal dalam menangkap peluang pasar, sebelum memasuki puncak permintaan pada pertengahan tahun.
"April-Mei. Jadi dari Santi Mebel yang difokuskan produk atau item-nya, kita fokus buat kos-kosan. Jadi buat lebih ke pengusaha ya, pengusaha-pengusaha kos-kosan," ujar Fahri, Sabtu (25/4).
Menurutnya, momentum ini sejalan dengan dimulainya rangkaian UTBK dan penerimaan mahasiswa baru, terutama di berbagai kampus di D.I Yogyakarta, yang berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan hunian sementara.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Santi Mebel menghadirkan berbagai pilihan furnitur penunjang kos, mulai dari lemari besi, kasur busa, spring bed, meja, kursi, hingga rak buku. Seluruh produk tersebut juga ditawarkan dalam skema paket bundling yang lebih praktis dan ekonomis bagi pemilik kos.
"Kami siapkan Paketan. Jadi paket kos-kosan nanti ada yang mulai dari sejutaan sampai nanti bebas kalian mau milih yang berapa gitu," jelasnya.
Dalam paket dasar, konsumen sudah bisa mendapatkan kombinasi kebutuhan utama seperti kasur, lemari besi, dan meja. Sementara untuk kebutuhan yang lebih lengkap, tersedia pula opsi paket yang dapat disesuaikan dengan konsep kos.
"Contoh kayak bundling itu kita ada start mulai satu juta itu dapat kayak kasur busa yang tebal 14 ukuran 90 itu, terus sama satu lemari, sama satu meja," tambah Fahri.
Fahri mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir pihaknya telah menangani pengisian hingga beberapa unit kos baru di sejumlah wilayah seperti Jalan Magelang dan Palagan.
"Untuk bulan ini kita hampir mengisi delapan kos-kosan. Kos baru semua," ungkapnya.
Permintaan juga datang dari berbagai kanal, mulai dari kerja sama dengan kontraktor hingga pemasaran digital. Bahkan, pembelian dalam jumlah besar mulai terlihat dari luar daerah.
"Beberapa kali itu malah lewat Instagram. Terakhir ada tiga orang yang cari untuk isi kos sekitar 20-an kamar," kata Fahri.
Santi Mebel juga menyediakan layanan gratis ongkir untuk wilayah D.I Yogyakarta, Magelang, Klaten, hingga Purworejo, serta opsi pre-order bagi konsumen yang ingin mengamankan harga lebih awal di tengah tren kenaikan bahan baku.
"Sudah terjadi penyesuaian harga di bulan ini. Kemarin naik sampai hampir 20 sampai 30 persen," jelasnya.
Meski demikian, Fahri menegaskan bahwa kualitas produk tetap menjadi prioritas utama di Santi Mebel.
"Kalau kita sih mending nahan di kualitas. Kita jaga betul kualitasnya tetap yang terbaik," tegas Fahri.
Ia menambahkan, puncak permintaan diperkirakan terjadi pada periode Juni hingga Juli, seiring meningkatnya kebutuhan hunian mahasiswa baru.
"Ini kita gencarkan lagi untuk yang bulan depan. Momen-nya itu sebenarnya di antara biasanya ya antara Juni-Juli. Itu momen tertingginya," bebernya.
Sebagai bentuk layanan lebih, Santi Mebel juga menyediakan fasilitas gratis ongkos kirim dan pemasangan untuk wilayah D.I. Yogyakarta, Magelang, Klaten, hingga Purworejo. Sementara untuk daerah lain seperti Solo, Kebumen, Boyolali, hingga Wonosobo, pengiriman tetap dilayani melalui kerja sama dengan jasa ekspedisi kargo.
Saat ini, Santi Mebel memiliki empat cabang di wilayah D.I. Yogyakarta dan sekitarnya, yakni di Godean (Gentingan, Sidoagung), DC Berjo (Jl. Ngapak-Kentheng Km 12, Sidorejo), DC Kulon Progo (Kali Bondol, Sentolo), serta Gamping (Pelemgurih, Banyuraden).
Bagi pengusaha kos maupun masyarakat yang ingin melengkapi kebutuhan furnitur, Santi Mebel mengajak untuk langsung mengunjungi showroom terdekat dengan klik alamat ini.
Selain itu dapat juga mengakses kanal digital resmi guna mendapatkan berbagai promo dan paket terbaik yang sedang berlangsung. (iza)
Editor : Bahana.