JOGJA- Kenaikan harga kemasan plastik belum mempengaruhi inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY sampaikan kemasan plastik saat ini bukan menjadi komoditas dalam perhitungan inflasi.
Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan banyak pedagang yang beradaptasi di awal-awal kenaikan harga kemasan plastik.
Informasi itu malah ia dapatkan dari beberapa pemberitaan di media massa.
"Jadi plastik ini sebenarnya tidak masuk ke dalam cakupan komoditas penghitungan inflasi karena penghitungan inflasi ini berdasarkan Survei Biaya Hidup yang kami lakukan," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Komoditas yang dipakai sebagai paket perhitungan inflasi, lanjutnya, adalah komoditas yang mempunyai bobot biaya hidup 0,02 atau 2 persen.
Sedangkan kemasan plastik, saat ini masih belum termasuk ke dalam komoditas tersebut.
Baca Juga: El Nino Godzila dan Kekeringan Membayangi Sektor Pertanian, DPKP DIY Siapkan Langkah Antisipasi
"Tetapi ikutannya seperti lemari plastik, botol plastik, itu masuk. Tapi kalau plastik sebagai pembungkus, itu tidak masuk sebagai komoditas penghitungan inflasi," bebernya.
Namun, kenaikan harga kemasan plastik memungkinkan bisa mempengaruhi harga komoditas lainnya.
Ketika mempengaruhi harga komoditas lain, artinya itu akan menjadi bahan perhitungan inflasi di waktu selanjutnya.
"Ini akan kami lihat nanti di bulan depan, apakah nanti harga-harga itu akan naik gitu ya seiring dengan bungkusnya,tentunya mungkin tidak bungkus plastiknya tetapi harga komoditas tersebut itu nanti seperti apa," jelasnya.
Baca Juga: DPRD DIY Sidak Sungai Serang Kulon Progo, Temukan Pelebaran Sungai yang Berdampak ke Pemukiman Warga
Ia belum bisa memprediksi bahwa kemasan plastik nantinya akan menjadi komoditas penyumbang inflasi mulai bulan ini. Ia menyarankan untuk bersabar dan menunggu rilis resmi dari BPS pada awal bulan Mei. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin