JOGJA - Memasuki periode pasca Lebaran 2026, Santi Mebel Jogja mulai mengalihkan fokus penjualan ke produk lemari besi dan lemari arsip. Strategi ini disiapkan untuk menyambut kembali aktifnya perkantoran serta momentum tahun ajaran baru dalam beberapa bulan ke depan.
Marketing Manager Santi Mebel, Fahri Korib, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun strategi sejak awal tahun untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar.
"Kita sudah perencanaan dan persiapan dari dua bulan yang lalu. Alhamdulillah plan kita lumayan berjalan," ujar Fahri, Sabtu (28/3).
Menurutnya, periode April mendatang akan difokuskan untuk menyasar sektor perkantoran, instansi, hingga kebutuhan arsip. Untuk mendukung hal tersebut, Santi Mebel menyiapkan berbagai promo menarik, termasuk diskon besar untuk produk lemari.
"Mulai bulan April kita fokus ke lemari yang memang belum ada kenaikan harga dan masih bisa kita cover untuk promo," jelasnya.
Tak tanggung-tanggung, promo yang ditawarkan mencapai diskon hingga 70 persen untuk produk tertentu, serta potongan tambahan bagi pembelian dalam jumlah besar atau partai.
Fahri mengungkapkan, tren pasar dalam satu tahun terakhir menunjukkan pergeseran signifikan dari lemari berbahan kayu ke material besi atau metal.
"Kalau dari data, konsumen sekarang sudah banyak beralih ke besi. Dalam satu tahun ini saja, penjualan lemari besi kita sudah lebih dari 1.000 unit," ungkapnya.
Ia menjelaskan, keunggulan lemari besi menjadi faktor utama meningkatnya permintaan. Selain lebih tahan lama, material ini juga dinilai lebih praktis dalam perawatan.
"Keunggulannya jelas, tahan air, tidak berjamur, tidak lapuk, anti rayap, dan perawatannya juga lebih mudah," tambah Fahri.
Santi Mebel sendiri menyediakan berbagai varian lemari besi, mulai dari lemari pakaian dua hingga empat pintu dengan beragam motif, hingga lemari arsip dengan model setengah kaca, full plat, maupun kombinasi.
Dari sisi harga, produk lemari ditawarkan mulai dari kisaran Rp1,2 juta hingga Rp3 juta untuk kelas premium. Seluruh pembelian juga sudah termasuk layanan gratis perakitan di lokasi konsumen.
Untuk memastikan ketersediaan barang, Fahri menuturkan bahwa Santi Mebel juga telah menyiapkan stok lebih dari 50 unit untuk setiap tipe produk.
"Kita jaga stok, jaga harga, dan pelayanan. Itu yang paling penting," tegas Fahri.
Meski demikian, Fahri mengakui adanya potensi kenaikan harga pada sejumlah produk lain mulai April mendatang, seiring keterbatasan suplai bahan baku secara global.
"Memang ada penyesuaian harga, terutama untuk sofa, spring bed, dan kasur busa. Kenaikannya bisa sekitar 10 sampai 20 persen," jelasnya.
Kondisi ini juga menjadi salah satu alasan pihaknya mendorong konsumen untuk melakukan pembelian lebih awal.
"Kalau konsumen menunda, kita edukasi bahwa bulan depan kemungkinan ada penyesuaian harga. Jadi bisa dipertimbangkan untuk beli sekarang," katanya.
Dalam menjaga daya saing harga sekaligus jaminan kualitas, Santi Mebel bekerja sama langsung dengan berbagai pabrik dan produsen tanpa perantara.
"Beberapa kita kerja sama langsung dengan pabrik, jadi harga bisa lebih kompetitif dan kualitas tetap terjaga, ujar Fahri.
Sebagai layanan tambahan, Santi Mebel memberikan fasilitas gratis ongkos kirim dan pemasangan untuk wilayah DI Yogyakarta, Magelang, Klaten, dan sekitarnya.
Dengan strategi tersebut, Santi Mebel optimistis tetap mampu menjaga performa penjualan di tengah tantangan pasar yang dinamis pasca Lebaran.
Yuk tuggu apalagi kunjungi Santi Mebel dengan klik alaman di sini (iza)
Editor : Bahana.