JOGJA – Bank Indonesia (BI) DIJ mencatat peredaran uang kartal di DIJ selama periode Ramadan dan Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ Sri Darmadi Sudibyo mengungkapkan, realisasi uang keluar atau outflow mencapai Rp4,71 triliun.
Jumlah tersebut setara 94,39 persen dari proyeksi sebesar Rp 4,99 triliun. “Juga meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," katanya, Sabtu (28/3).
BI mencatat, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dibandingkan realisasi pada Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,6 triliun.
Dia menyebut, peningkatan ini dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap berjalan selama momentum Ramadan dan Lebaran, selain itu turut ditopang juga oleh kebutuhan transaksi tunai serta datangnya pemudik dan wisatawan yang mendongkrak perputaran ekonomi dan transaksi.
"Peningkatan ini dipengaruhi terjaganya aktivitas ekonomi dan likuiditas masyarakat, dan meningkatnya kebutuhan uang kartal dan libur panjang," paparnya.
Selain itu, kebutuhan uang tunai juga meningkat untuk mendukung operasional perbankan, terutama dalam pemenuhan uang pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
Baca Juga: John Herdman Puji Animo Suporter Timnas Indonesia di SUGBK: Sangat Istimewa
"Kebutuhan uang kartal juga didukung oleh pemenuhan kebutuhan ATM selama periode Ramadan dan Lebaran," ulasnya.
Secara garis besar, BI DIJ menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan uang rupiah yang cukup, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat.
Di sisi lain, BI juga terus mendorong penguatan transaksi nontunai guna meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran yang dilakukan. "Bank Indonesia juga terus mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai," pesannya.
Baca Juga: Dana SAL Tambahan Rp100 Triliun Disebut Lebih Fleksibel, Dorong Perbankan Genjot Kredit
Peningkatan peredaran uang tersebut turut dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya Ita Larasati, pedagang makanan di kawasan Wirobrajan, yang mengaku transaksi selama Ramadan hingga Lebaran tahun ini lebih ramai dibanding hari biasa.
"Kalau mendekati Lebaran memang lebih ramai. Pembeli banyak, apalagi malam hari. Uang yang masuk juga terasa lebih cepat berputar," ujarnya.
Selain itu, transaksi melalui aplikasi online juga mengalami peningkatan, meski tidak benar-benar signifikan. "Lumayan ada peningkatan juga orderan online. Tapi tetap lebih banyak yang ke lokasi," ungkap Niken yang menjual aneka penyetan ini. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo