Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wow! Perhitungan BI Peredaran Uang di DIY Capai Rp 4,71 Triliun selama Ramadan dan Lebaran 2026

Fahmi Fahriza • Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:23 WIB
Suasana Pasar Beringharjo sisi barat, Kota Jogja, kemarin (17/3). Wisatawan dari berbagai daerah mulai berburu oleh-oleh dan cinderamata khas Jogja saat masa libur Lebaran. Lonjakan kunjungan ini membawa berkah bagi para pedagang yang menawarkan beragam produk, seperti batik, kerajinan tangan, hingga camilan tradisional.
Suasana Pasar Beringharjo sisi barat, Kota Jogja, kemarin (17/3). Wisatawan dari berbagai daerah mulai berburu oleh-oleh dan cinderamata khas Jogja saat masa libur Lebaran. Lonjakan kunjungan ini membawa berkah bagi para pedagang yang menawarkan beragam produk, seperti batik, kerajinan tangan, hingga camilan tradisional.
 

 

 

JOGJA – Bank Indonesia (BI) DIJ mencatat peredaran uang kartal di DIJ selama periode Ramadan dan Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ Sri Darmadi Sudibyo mengungkapkan, realisasi uang keluar atau outflow mencapai Rp4,71 triliun.

 

Jumlah tersebut  setara 94,39 persen dari proyeksi sebesar Rp 4,99 triliun. “Juga meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," katanya, Sabtu (28/3).

 

BI mencatat, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dibandingkan realisasi pada Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,6 triliun.

 Baca Juga: Hari Filateli Nasional 2026 di Jogja Bakal Diresmikan Fadli Zon, PFI: Merawat Sejarah Lewat Selembar Perangkor

Dia menyebut, peningkatan ini dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap berjalan selama momentum Ramadan dan Lebaran, selain itu turut ditopang juga oleh kebutuhan transaksi tunai serta datangnya pemudik dan wisatawan yang mendongkrak perputaran ekonomi dan transaksi.

"Peningkatan ini dipengaruhi terjaganya aktivitas ekonomi dan likuiditas masyarakat, dan meningkatnya kebutuhan uang kartal dan libur panjang," paparnya.

 

Selain itu, kebutuhan uang tunai juga meningkat untuk mendukung operasional perbankan, terutama dalam pemenuhan uang pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Baca Juga: John Herdman Puji Animo Suporter Timnas Indonesia di SUGBK: Sangat Istimewa

"Kebutuhan uang kartal juga didukung oleh pemenuhan kebutuhan ATM selama periode Ramadan dan Lebaran," ulasnya.

 

Secara garis besar, BI DIJ menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan uang rupiah yang cukup, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat.

 

Di sisi lain, BI juga terus mendorong penguatan transaksi nontunai guna meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran yang dilakukan. "Bank Indonesia juga terus mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai," pesannya.

Baca Juga: Dana SAL Tambahan Rp100 Triliun Disebut Lebih Fleksibel, Dorong Perbankan Genjot Kredit

Peningkatan peredaran uang tersebut turut dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya Ita Larasati, pedagang makanan di kawasan Wirobrajan, yang mengaku transaksi selama Ramadan hingga Lebaran tahun ini lebih ramai dibanding hari biasa.

"Kalau mendekati Lebaran memang lebih ramai. Pembeli banyak, apalagi malam hari. Uang yang masuk juga terasa lebih cepat berputar," ujarnya.

 

Selain itu, transaksi melalui aplikasi online juga mengalami peningkatan, meski tidak benar-benar signifikan. "Lumayan ada peningkatan juga orderan online. Tapi tetap lebih banyak yang ke lokasi," ungkap Niken yang menjual aneka penyetan ini. (iza/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#uang kartal #perhitungan #BI #peredaran uang #bank indonesia #ramadan #lebaran