PURWOREJO - Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) digadang-gadang bakal menjadi instrumen baru dalam upaya menekan angka kemiskinan. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dinilai akan menjadi embrio daya saing dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko mengatakan, kehadiran KDMP merupakan salah satu strategi pemerintah untuk melapas masyarakat dari jurang kemiskinan.
KDMP mulai disiapkan sebagai lembaga ekonomi kerakyatan untuk memperkuat tingkat kesejahteraan masyarakat.
"Kami sedang rumuskan pendekatan program anti inflasi," jelasnya saat peninjauan KDMP di Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Purworejo, Sabtu (14/2).
Mantan aktivis 98 itu menjelaskan, melalui skema yang diterapkan koperasi ini mendorong masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi berbasis gotong-royong.
Artinya KDMP akan memposisikan masyarakat sebagai subyek, bukan obyek strategis. Dari KDMP masyarakat memiliki peluang berpatisipasi secara kolektif untuk dapat mengintegrasikan potensi lokal seperti pertanian, perikanan, perternakan, usaha mikro hingga jasa.
"Masyarakat kami kasih tameng supaya tidak terganggu keuangan global," ujarnya didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Budiman menyatakan, seluruh kementerian dan lembaga kini sedang menyiapkan langkah bersama yang muaranya pada pengentasan kemiskinan. Program-program yang dicanangkan presiden seperti KDMP, Sekolah Rakyat (SR), makan bergizi gratis (MBG) dan kampung nelayan akan dikolaborasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Katakan koperasi merah putih, ini indah sekali. Semua sistematis," jelasnya.
Pada kesempatan sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan, KDMP menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi masyarakat untuk lebih mandiri dan berdaya saing, sehingga perlahan akan naik kelas secara bertahap.
Pemerintah pusat melalui kementerian juga akan terus memberikan perhatian lebih. Berbagai fasilitas dan kebutuhan dalam waktu dekat akan dicukupi agar koperasi dapat terus tumbuh dan berjalan optimal. "Koperasi ini akan menjadi tempat perputaran uang di desa," ungkapnya.
Ferry menambahkan, program KDMP tidak hanya fokus pada penguatan modal usaha, tetapi juga memperhatikan kapasitas sumber daya manusia. Anggota koperasi nantinya akan mendapatkan semacam pendampingan, pelatihan manajemen usaha hingga dukungan pemasaran produk agar memiliki nilai tambah.
Dia juga menyinggung melalui sistem kepemilikan bersama, keuntungan usaha koperasi diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung kepada anggota maupun desa.
"SHU (Sisa Hasil Usaha) akan diterima bapak ibu semua. Tugas kami bagaimana supaya koperasi memiliki pendapatan lebih," bebernya.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah terus mendukung program unggulan presiden, salah satunya KDMP. Menurutnya, koperasi gagasan presiden akan menjadi kebangkitan ekonomi masyarakat desa.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dapat terjalin dengan baik agar KDMP membawa manfaat nyata bagi masyarakat di Purworejo.
"Kami ingin menegaskan kembali komitmen upaya pemerintah daerah dalam percepatan KDMP sebagai lokomitif ekonomi," urainya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo