Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Upaya Perbanyak Lapangan Kerja, 24 IKM Ikuti Inkubasi Bisnis Balai Diklat Industri Jogja pada IBIZA 2025

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 23 Desember 2025 | 03:50 WIB
SEREMONIAL: Mini Expo produk dari IKM yang lolos seleksi Business Pitching & Mini Expo IBIZA 2025 di Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta, Senin (22/12/2025).
SEREMONIAL: Mini Expo produk dari IKM yang lolos seleksi Business Pitching & Mini Expo IBIZA 2025 di Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta, Senin (22/12/2025).

JOGJA - Sebanyak 24 pelaku industri baik DIY maupun luar daerah lolos seleksi mengikuti Business Pitching & Mini Expo IBIZA 2025 di Balai Diklat Industri (BDI) Jogjakarta, Senin (22/12/2025).

Mereka akan mendapatkan pendampingan, materi bisnis dan berbagai bantuan program.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri (Pusdiklat SDM Industri) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sidik Herman mengatakan, agenda tersebut merupakan panggung bagi para pelaku industri terpilih menampilkan gagasan, produk, serta rencana pertumbuhan usahanya di hadapan para pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah daerah, investor, hingga lembaga pembiayaan dihadirkan dalam agenda tersebut.

Baca Juga: Pemprov DIY Bantu Living Cost Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh-Sumatera selama Enam Bulan, HB X: Lanjutkan Tradisi Hamengku Buwono IX

"Industri kecil dan menengah (IKM) adalah fondasi utama struktur industri nasional," ujarnya, Senin (22/12/2025).

Data Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian pada Triwulan III 2024 menunjukkan populasi IKM sekitar 4,52 juta unit usaha.

Jumlah tersebut dapat menyerap tenaga kerja hingga sekitar 13 juta pekerja.

Kemudian dari sisi data statistik industri mikro dan kecil, BPS juga mencatat jumlah perusahaan industri skala mikro dan kecil Indonesia mencapai 4.107.397 unit pada 2024.

Baca Juga: Demo, Suara Ibu Indonesia Tolak MBG saat Libur Sekolah, Desak Alihkan untuk Penanganan Bencana Sumatera

Pada 2025, program inkubator bisnis yang dilaksanakan melalui Balai Diklat Industri di lingkungan BPSDMI Kementerian Perindustrian telah membina sebanyak 27 tenant usaha dan langsung menyerap 135 tenaga kerja.

Dari proses inkubasi tersebut, para tenant berhasil mencatatkan total omzet sebesar Rp 8,6 miliar, yang menunjukkan program ini tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi secara nyata.

"Program ini menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperkuat ekosistem wirausaha industri di Indonesia," bebernya.

Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Lanjutkan Penataan Pantai Sepanjang, Larang Pedagang Pasang Payung di Area Pasir

Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta Kunto Purwo Widagdo menyampaikan, ada sebanyak 137 pendaftar program inkubasi dari berbagai sektor usaha.

Pendaftar dikurasi hingga menjadi 30 tenant. Mereka dibina dalam kegiatan bootcamp selama satu minggu di BDI Yogyakarta oleh para praktisi.

"Penyaringan terakhir setelah pemberian materi tersaringlah 24 tenant," ujarnya.

Baca Juga: Tren Positif EPA PSIM Jogja Berlanjut, U-20 Raih Kemenangan Perdana atas Persebaya Surabaya

Inkubator bisnis bertujuan menumbuhkan wirausaha industri yang memiliki produk siap pasar, model bisnis yang teruji, serta kapasitas manajerial yang berkelanjutan.

Melalui momentum ini, tenant diberikan kesempatan untuk mempresentasikan potensi usahanya secara langsung di hadapan investor, perbankan dan pemangku kepentingan daerah, dengan format pitching yang terstruktur, terukur, dan profesional.

"Ada mini expo yang memungkinkan investor dan tamu undangan untuk melihat secara langsung hasil produk, berdialog dengan pelaku usaha, serta mengeksplorasi peluang kerja sama yang lebih konkret," jelasnya.

Baca Juga: Tahun Lalu Rp 10 Miliar, 2025 Ini BPR BKK Kebumen Catatkan Laba Rp 12,5 Miliar

Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati menyatakan dukungannya pada agenda tersebut.

Ia menilai produk dari para pelaku industri menarik karena banyak eksplorasi yang jarang ditemui. Misal, produk kerajinan tas, dompet dari kulit batang pisang. Instalasi hiasan rumah dari merang dan sebagainya.

"Even yang menumbuhkan kreativitas dan inovasi dari para pelaku industri dan ditemukan dengan perusahaan," ujarnya.

Baca Juga: Libur Nataru, Pemkab Bantul Terapkan WFA untuk ASN, Terhitung sejak 29-31 Desember

Agenda tersebut mendukung pelaku industri DIY khususnya yang bergerak dalam bidang kerajinan.

Sebab, sektor kerajinan menjadi unggulan DIY, baik di dalam negeri maupun luar negeri. "Ada juga tekstil dan mebel dari DIY yang menembus pasar global," tambahnya.

Ada lebih dari 95.500.00 IKM di DIY yang tersebar ke 230 sentra di kabupaten/kota di DIY.

Dari jumlah itu, baru sekitar 250 IKM yang menjadi eksportir dan memasarkan produknya di pasar global. "Semoga melalui kegiatan ini bisa bertambah lagi," imbuhnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kemenperin #pelaku industri #inkubasi bisnis #IBIZA 2025 #IKM