KEBUMEN - Eksekutif bersama legislatif mulai membahas rancangan peraturan daerah (raperda) terkait penyertaan modal PT Aneka Usaha Kebumen Jaya (Perseroda). Dalam raperda itu nantinya PT Aneka Usaha bakal menerima tambahan permodalan hingga mencapai Rp 22,5 miliar.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) PT Aneka Aneka Usaha Kebumen Jaya Bambang Suparjo mengatakan, akses permodalan PT Aneka Usaha telah diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2022.
Namun setelah adanya usulan tambahan modal, sehingga perlu dilakukan perubahan atas perda sebagai pijakan payung hukum. "Awalnya cuma Rp 10 miliar. Rencana tambahan modal menjadi Rp 22,5 miliar," ucap Bambang kepada Radar Jogja, Kamis (11/12).
Baca Juga: PSIM Jogja Gelar Latihan Intensif Lagi, Pelatih Van Gastel Fokus Kembalikan Ritme Pemain
Bambang mengatakan, DPRD secara prinsip mendukung dan setuju adanya penambahan modal kepada perusahaan daerah. Namun begitu, DPRD melaui pansus tidak serta merta memberi restu rencana penambahan modal tersebut.
Ditegaskan, legislatif tentu akan mencermati analisa bisnis jangka panjang berdasar hasil kajian secara detail. "Sampai sekarang modal masuk Rp 7,5 miliar. Dividen disetorkan Rp 290 juta. Kami sedang cermati," ucapnya.
Bambang menambahkan, pemberian modal yang diatur dalam perda menjadi imunitas tersendiri bagi perusahaan daerah. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi perusahaan lesu dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Baca Juga: Penjagaan Objek Wisata saat Nataru di Malioboro hingga Kawasan Pantai, Ratusan Personel Diterjunkan
"Harapan kami jelas, tidak merugikan keuangan daerah. Kalau ada atau bahkan korupsi itu tanggungjawab perusahaan," bebernya.
Menurut Bambang, sebagai perusahaan daerah yang memiliki orientasi bisnis, PT Aneka Usaha sebenarnya lebih leluasa menyasar berbagai sektor usaha. Bambang mencontohkan, perusahaan tersebut berpeluang menjadi pemasok kebutuhan progam strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia pun mengingatkan segenap direksi beserta jajaran mampu melihat peluang dan menjawab kebutuhan pasar. Dengan begitu potensi menyumbang pendapatan ke daerah lebih besar. "Katakan MBG. Di sana butuh ayam dan telur, bisa saja buat peternakan. Harus pintar cari celah," ungkapnya.
Baca Juga: Rem Bermasalah, Puluhan Jip Merapi Dinyatakan Tak Layak Jalan: Cek Statusnya Lewat Warna Stiker Ini
Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kebumen M Fauhan Fawaqi mengatakan, saat ini seluruh pansus di DPRD sedang mengejar target pembahasan agar raperda dapat segera ditetapkan. Termasuk raperda tentang penyertaan modal pada PT Aneka Usaha Kebumen Jaya.
Dia memastikan setiap raperda dibahas secara cermat dan komperehensif agar dapat menjadi payung hukum yang relevan sesuai kebutuhan. "Berhubung mau akhir tahun. Kemungkinan raperda ini dibahas lanjut tahun depan. Esensi dan substansinya tetap," ungkapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo