Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasokan Berlebih Tekan Harga Sayur di Magelang, Pedagang dan Petani Minta Solusi Pemerintah

Naila Nihayah • Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:40 WIB

 

RAMAI: Para pengunjung tampak membeli sayur-mayur yang dijajakan oleh para petani di Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, kemarin (23/9). Kegiatan ini rencananya bakal digelar rutin setiap Jumat.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RAMAI: Para pengunjung tampak membeli sayur-mayur yang dijajakan oleh para petani di Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, kemarin (23/9). Kegiatan ini rencananya bakal digelar rutin setiap Jumat.(Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

MUNGKID — Harga berbagai sayur mayur segar di Pasar Agrobisnis Sewukan, Dukun, dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini dipicu oleh melimpahnya hasil panen di sejumlah wilayah sentra pertanian di lereng Gunung Merbabu, Andong, dan Merapi.

Pedagang asal Kalibening Suparman menyebut, harga cabai rawit saat ini anjlok di kisaran Rp 12 ribu–Rp15 ribu per kilogram (kg). Sebaliknya, harga cabai merah keriting mencapai Rp 50 per kg. "Penjualannya agak sulit karena pasokan sangat banyak. Sudah sebulan ini harga cabai rawit terus rendah," ujarnya, Kamis (30/10).

Perbedaan harga ini, menurut pengelola Pasar Agrobisnis Sewukan Iwan, terjadi karena hanya sedikit petani yang menanam cabai merah keriting pada musim tanam kali ini. Harga cabai keriting lebih tinggi dari cabai rawit, padahal biasanya kebalik. "Itu karena yang panen cabai keriting sedikit, sementara cabai rawit melimpah di banyak daerah," paparnya.

Selain cabai, Iwan mengatakan, harga sejumlah sayuran lain juga mengalami fluktuasi. Sayur daun seperti sawi hijau dan sawi sendok, misalnya, mengalami sedikit kenaikan dari Rp 1 ribu–Rp2 ribu menjadi sekitar Rp 2.500 per kg.

Sementara itu, harga komoditas lain seperti kubis, daun bawang, dan labu siam (jipang) berada di kisaran Rp 2 ribu per kg, sedangkan tomat dijual sekitar Rp 4 ribu per kg. Iwan menilai, penurunan harga tersebut berkaitan erat dengan panen raya yang serentak dan kondisi cuaca yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Curah hujan yang stabil membuat tanaman sayur tumbuh subur dan terhindar dari serangan hama, sehingga pasokan ke pasar meningkat drastis. "Kebutuhan pasokan berlebih, otomatis harga turun. Cuaca tahun ini cukup basah, jadi tanaman banyak yang berhasil panen," ungkapnya.

Dia menambahkan, fluktuasi harga diperkirakan masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan, seiring perubahan cuaca dan intensitas panen. Jika curah hujan meningkat ekstrem dan menyulitkan proses panen, harga kemungkinan akan kembali naik.

"Harga akan menyesuaikan pasokan dan kondisi cuaca. Kalau hujan deras terus, petani bisa kesulitan panen," tutur Iwan.

 

Dengan kondisi ini, para pedagang berharap, pemerintah daerah dapat membantu menjaga stabilitas harga dengan pengaturan distribusi hasil panen, agar keuntungan petani tetap terjaga dan pasokan di pasar tidak berlebihan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Pasar Agrobisnis Sewukan #lereng gunung #Magelang #iwan #Jipang #merbabu #cabai rawit #Merapi #harga #sayur mayur #Dukun #Andong