JOGJA – UMKM mempunyai peran penting dalam memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan produk domestik bruto, menyerap tenaga kerja, dan menopang stabilitas sistem keuangan dan perekonomian.
Hal itu selaras dengan visi misi Bank BPD DIY yakni turut mengembangkan sektor UMKM sehingga mendorong pertumbuhan perekonomuan daerah. "Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) pada triwulan III 2025 menunjukkan bank umum memiliki persepsi yang optimis," ujar Direktur BPD DIY Santoso Rohmad saat membuka Seminar Outlook Perbankan 2026 di Kantor Pusat Bank BPD DIY, Selasa (28/10).
Secara makro, lanjutnya, proyeksi ekonomi Indonesia menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid, didukung oleh daya tahan domestik. Namun, ia menyampaikan agar tidak lengah, khususnya menghadapi ketidakpastian ekonomu global.
"Mulai dari fragmentasi geopolitik, volatilitas harga komoditas, hingga pengetatan kebijakan moneter dan fiskal, akan terus menjadi menu harian yang harus kita kelola," bebernya.
Ia menyampaikan Kinerja Bank BPD DIY pada bulan September 2025 yang mempunyai aset bank sebesar Rp25.068.219.229.335. Kemudian outstanding loan (OSL) dan pembiayaan mencapai Rp11.638.310.653.039 dan dana pihak ketiga (DPK) Rp15.546.540.176.996.
"Kami turut melakukan penyaluran kredit KUR dengan OSL sebesar Rp2.144.799.098.095," terangnya.
Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi bahwa kondisi makro ekonomi domestik akan membaik sehingga akan berdampak positif terhadap kinerja perbankan, serta keyakinan bahwa bank cukup mampu mengelola risiko.
Pihak bank selalu berhati-hati dalam penyaluran kredit, khususnya pada segmen berisiko tinggi. "Kami tetap ekspansif pada sektor-sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian dan memiliki prospek baik," tandasnya.
"Transaksi menggunakan QRIS di DIJ pada September 2025 mencapai Rp 5,42 triliun," ucapnya.
Pertumbuhan ekonomi DIJ, lanjutnya, diproyeksikan akan lebih baik dibanding tahun 2025. Pemprov DIJ menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,1-5,9 persen. (oso/pra)