Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

ISEI Jogjakarta: Unjuk Rasa Anarkis Berdampak Tidak Baik bagi Iklim Investasi, Berpotensi Mebuat Ekonomi Nasional Kontraksi dalam Jangka Pendek

Fahmi Fahriza • Selasa, 2 September 2025 | 02:45 WIB
Ilustrasi gelombang demo meluas.
Ilustrasi gelombang demo meluas.

JOGJA - Gelombang demonstrasi menolak kemewahan tunjangan anggota DPR RI terus meluas ke berbagai daerah. Aksi yang bermula di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/8) itu berlanjut hingga Kamis (28/8) dengan melibatkan kelompok buruh, mahasiswa, dan pelajar.

Kericuhan pecah pada malam harinya dan menelan korban jiwa, seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan, yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob. Tragedi ini memicu kemarahan publik dan memperbesar gelombang unjuk rasa di berbagai kota besar pada Jumat (29/8).

 Baca Juga: Suasana Purworejo Kondusif, Kantor DPRD Dijaga TNI-Polri 24 Jam

Situasi yang semakin memanas dinilai memberi dampak serius terhadap perekonomian nasional. Sejumlah pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jogjakarta dari unsur akademisi maupun pengusaha menyampaikan pandangan mereka terkait kondisi ini.

"Demo ini telah memberi dampak yang tidak baik bagi investor," jelas Purnawan Hardianto, Dosen UKWD Jogjakarta sekaligus Anggota Bidang Ekonomi Pembangunan dan Regional ISEI Jogjakarta, Senin (1/9).

 Baca Juga: Satu Orang Massa Aksi Dikabarkan Masih Ditahan, LBH Yogyakarta Sebut Polda DIY Persulit Akses Bantuan Hukum

Menurutnya, aksi anarkis semakin memperburuk iklim investasi, membuat investor memilih bersikap wait and see hingga situasi sosial-politik kembali stabil.

Purnawan menambahkan, ketidakpercayaan publik terhadap wakil rakyat, aparat, dan pemerintah memperbesar kekhawatiran investor.

"Di situasi kemampuan pemerintah terbatas, investasi swasta sangat diharapkan. Karena itu pejabat dan wakil rakyat perlu memberi pernyataan menyejukkan, bukan justru memicu emosi rakyat," tegasnya.

 Baca Juga: Pembelajaran Daring untuk Sekolah Swasta dan Negeri di Jogja Hanya Berlaku Dua Hari

Pandangan serupa diutarakan Ahmad Ma’ruf, Dosen FEB UMY sekaligus Koordinator Abdimas ISEI Jogjakarta. Demonstrasi anarkis dan berlanjut akan membuat ekonomi kontraksi dalam jangka pendek.

"Kepongahan oknum dewan dan aparat yang tidak profesional justru menimbulkan biaya sosial dan ekonomi. Stabilitas terkoyak, investasi terganggu," jelasnya.

 Baca Juga: Suasana Purworejo Kondusif, Kantor DPRD Dijaga TNI-Polri 24 Jam

Dampak langsung juga terlihat di pasar modal. Dian Ari Ani, bankir sekaligus Bendahara KADIN DIY, menuturkan IHSG ambruk 2,69 persen ke level 7.620 pada sesi pembukaan Senin (1/9), lalu anjlok hingga 3,51 persen.

 

"Nyaris semua saham merah di tengah kekhawatiran kerusuhan lanjutan. Rupiah diperkirakan ikut melemah terhadap dolar AS, lalu memicu kenaikan harga dari imported inflation dan cost push inflation," jelas Dian, yang juga Bendahara ISEI Jogjakarta.

Menurutnya, daya beli masyarakat akan tertekan, sementara dunia usaha menanggung kerugian. Bahkan, unjuk rasa berkepanjangan berpotensi membuat sejumlah negara mengeluarkan travel warning bagi warganya ke Indonesia.

 Baca Juga: Pembelajaran Daring untuk Sekolah Swasta dan Negeri di Jogja Hanya Berlaku Dua Hari

Sementara itu, Sekretaris ISEI Jogjakarta sekaligus Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY Y Sri Susilo menambahkan, kerusuhan jelas merugikan aktivitas ekonomi maupun non-ekonomi.

"Beberapa kota sudah menerapkan work from home dan kuliah daring. Produktivitas turun, roda produksi dan distribusi terganggu. Kami semua berharap unjuk rasa tidak berlarut-larut dan segera berakhir," tegasnya. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#buruh #Mahasiswa #kontraksi #rupiah #Gelombang Demonstrasi #daya beli #DPR RI #pelajar #cabang #aksi anarkis #UMY #investor #unjuk rasa #iklim investasi #ekonomi nasional #FEB #FBE UAJY #Jogjakarta #ikatan sarjana ekonomi indonesia (isei) #Ekonomi #UAJY