JOGJA - Meski usianya baru 18 tahun, Silpi Oktria Eka Putri sudah mempunyai usaha mi ayam bakso di Lapangan Paseban Bantul. Sehari-harinya Dia berjualan mulai pukul 18.00-22.00 sepulang sekolah. Dia pun sudah merencanakan pengembangan usahanya.
"Untuk pengadaan gerobak dan kompor baru," ujar Silpi ditemui saat inkubasi bisnis kawula muda level 2 yang diselenggarakan Dinas Koperasi UKM DIY, Senin (25/8).
Dalam kegiatan yang merupakan kelanjutan dari inkubasi bisnis kawula muda level 1 tersebut, para peserta diarahkan pada penataan bisnis, optimalisasi pemasaran berbasis aplikasi online dan sistematisasi usaha.
Silpi yang sudah memulai usaha mi ayam sejak 2020, saat itu masih bersama orang tuanya, pun diminta menyiapkan rencana bisnisnya.
Siswi SMK Kesehatan Nuzula Husada Bantul itu mengaku mendapat banyak ilmu baru selama kegiatan inkubasi. Di antaranya terkait pengelolaan keuangan.
"Oh ternyata begini menjadi wirausaha yang bener, harus bisa mengatur keuangan, dulu dicampur uang usaha dan pribadi" tuturnya.
Silpi yang memiliki usaha mi ayam Kak Pita ini menjadi satu di antara 40 siswa SMA/SMK dan alumni SMA/SMK yang dinyatakan lulus inkubasi bisnis kawula muda level 1. Nantinya mereka akan disaring kembali menjadi 30 orang yang akan dipertemukan dengan investor.
"Pada tahap ini difokuskan bagi pelaku usaha muda yang sudah terbukti konsisten dan siap untuk melanjutkan pengembangan bisnis ke tahap yang lebih strategis," ungkapnya.
Menurut Bio, tahapan-tahapan yang ditata sangat menguji mental para peserta, sekaligus kesiapan lini usaha yang dipersiapkan sepanjang mengukuti inkubasi bisnis.
Dalam praktiknya, pendekatan yang diberikan tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen usaha, tapi juga menyiapkan para pelaku usaha menghadapi persaingan di era digital.
"Program ini juga menghadirkan pendampingan insentif dan simulasi strategi pemasaran digital untuk mendorong peningkatan penjualan," ungkapnya.
Editor : Heru Pratomo