Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekonomi DIY Triwulan II-2025 Tumbuh 5,49 Persen, Tertinggi di Jawa Didominasi dari Konstruksi dan Pembangunan Infrastruktur

Fahmi Fahriza • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 20:53 WIB
Kepala BPS DIY Ir Herum Fajarwati.
Kepala BPS DIY Ir Herum Fajarwati.
 
 
JOGJA - Perekonomian di DIY mencatat pertumbuhan yang impresif pada Triwulan II-2025, dengan laju 5,49 persen secara tahunan atau year on year (YOY).
 
Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan Pulau Jawa yang sebesar 4,92 persen dan menjadi yang tertinggi di kawasan, sekaligus menandai keberlanjutan pemulihan ekonomi daerah.
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Ir Herum Fajarwati mengungkapkan, pertumbuhan ini juga tercatat 1,20 persen secara triwulanan atau quarter to quarter (QTQ) dan 5,30 persen secara kumulatif semester I-2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau cumulative to cumulative (CTC).
 
Baca Juga: Dewa United vs Malut United, Jan Olde Riekerink Ingin Raih Memori Indah Mengawali Musim di Kandang Yang Baru
 
"Konstruksi jadi penyumbang pertumbuhan terbesar, andilnya 0,91 poin persentase. Aktivitas pembangunan yang meningkat, termasuk proyek strategis nasional, mendorong kinerja sektor ini tumbuh 9,38 persen," kata Herum, Sabtu (9/8).
 
Menilik dari sektor konstruksi, diakui bahwa hal tersebut menjadi penopang utama berkat berlanjutnya berbagai proyek besar, antara lain pembangunan tol Jogja-Solo, tol Jogja-Bawen, pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai kabupaten, serta proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamijoro Tahap 2 di Kulon Progo. 
 
Herum menyebut, investasi pada infrastruktur bukan hanya akan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi turunan seperti perdagangan, jasa, hingga sektor industri pengolahan.
 
"Selain konstruksi, sektor pertambangan dan penggalian serta penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh signifikan," ungkapnya.
 
Baca Juga: Oliver Glasner Ancam Akan Tinggalkan Kursi Kepelatihan Crystal Palace Karena Pola Transfer Klub Yang Pasif
 
Ia mengulas, bahwa kunjungan wisatawan meningkat tajam selama periode libur Idulfitri, Iduladha, libur sekolah, dan cuti bersama di bulan Juni 2025.
 
Sejumlah event besar seperti ArtJog 2025, Mandiri Jogja Marathon, Jogja Night Run Festival, hingga pertunjukan budaya di Museum Sonobudoyo menjadi magnet wisatawan.
 
Selanjutnya, dari sisi kinerja perdagangan luar negeri DIJ pada triwulan ini juga positif.
 
Neraca perdagangan mencatat surplus US$91,34 juta, tumbuh 2,34 persen dibandingkan triwulan sebelumnya dan melonjak 13,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 
 
Baca Juga: PSIM Curi Poin Penuh di Surabaya, Yusaku Yamadera Tampil Jadi Tembok Kokoh dan Sabet Man of The Match 
 
"Beberapa produk ekspor ada peningkatan seperti minuman, pakaian jadi bukan rajutan, barang kulit, kertas karton, dan perabot rumah tangga," bebernya.
 
Lebih lanjut, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi 2,40 persen terhadap PDRB, diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,21 persen.
 
PMTB mencatat pertumbuhan tertinggi, mencerminkan optimisme investor dan pelaku usaha terhadap iklim ekonomi DIY.
 
"Tingginya investasi menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi DIY. Infrastruktur yang terus berkembang menjadi daya tarik bagi pelaku usaha," ujar Herum. 
 
Baca Juga: Lagu Indonesia Kena Royalti Saat Diputar Acara Komersial, Hoak!
 
Sementara itu, Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta sekaligus dosen Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo menilai, capaian pertumbuhan ekonomi DIY tersebut sudah sesuai prediksi, bahkan melampaui perkiraan awal sebesar 5 persen.
 
Menurutnya, untuk tingkat nasional, angka yang dirilis BPS terbilang cukup mengejutkan.
 
Banyak kalangan, mulai dari ekonom daerah, nasional, hingga lembaga internasional, sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sedikit di bawah 5 persen.
 
Baca Juga: Profil Andre Taulany, Publik Figur Multitalenta yang Sedang Disorot Karena Perceraiannya dengan Erin Taulany
 
"Kalau untuk DIY memang sudah diproyeksikan di atas 5 persen, jadi sesuai. Ternyata kenaikannya ternyata lebih tinggi dari dugaan," ujarnya.
 
Sri Susilo menjelaskan, sejumlah faktor mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2025.
 
Dampak positif dari libur panjang Idulfitri yang sebagian masih terasa, maraknya agenda wisata dan kegiatan ekonomi selama liburan, serta mulai longgarnya penyerapan anggaran pemerintah menjadi pendorong utama.
 
Baca Juga: Kemenangan atas Persebaya Surabaya Jadi Standar Permainan PSIM Jogja
 
Ia menambahkan, pelonggaran anggaran tersebut memacu aktivitas perekonomian di berbagai sektor. Selain itu, ia memperkirakan realisasi investasi mulai bergerak seiring kondisi politik yang lebih stabil pasca Pilpres.
 
Faktor eksternal lainnya juga turut berperan, seperti penundaan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat yang membuat arus ekspor tetap lancar. 
 
"Gabungan faktor-faktor ini yang menjadi alasan mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus di atas 5 persen," kata Sri Susilo. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#BPS DIY #infrastruktur #yoy #DIY #ISEI #pembangunan #Ekonomi #pertumbuhan ekonomi #tol jogja - solo