PURWOREJO - Pemkab Purworejo terus mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mampu mengambil peluang dari Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur. Para pelaku UMKM juga diminta tidak tinggal diam melihat keberadaan objek wisata berskala internasional tersebut.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, Kabupaten Purworejo sebenarnya diuntungkan dengan adanya DSP Borobudur karena menjadi wilayah penunjang. Kondisi ini membuka peluang besar bagi setiap sektor usaha, termasuk UMKM.
"Kami harap DSP Borobudur berdampak ke pelaku usaha," kata Yuli saat pembukaan Borobudur Indonesia Expo 2025 di Pendopo Agung Purworejo, Kamis (7/8).
DSP Borobudur, kata Yuli, dapat menjadi jembatan strategis bagi pengembangan dan kemajuan UMKM di Purworejo. Kendati begitu, ia menekankan pentingnya pelaku usaha terus meningkatkan kualitas produk agar diterima pasar lokal, nasional hingga internasional.
Tak kalah penting ia berpesan pelaku usaha segera beradaptasi dengan teknologi seiring pesatnya persaingan di era serba digital. "Kami siap dalam pengembangan ekonomi kreatif. Demi mewujudkan Purworejo berdaya saing," katanya.
Yuli bersyukur, pada gelaran Borobudur Indonesia Expo 2025 disambut antusias masyarakat dan pelaku usaha. Tidak kurang dari 147 lapak pameran terisi penuh oleh berbagai produk unggulan, baik dari Purworejo maupun luar daerah.
Ia menegaskan, selain ajang pameran kegiatan yang berlangsung 7-10 Agutus 2025 ini juga menjadi wadah pelaku usaha berbagi pengalaman.
Selama empat hari itu juga akan diisi banyak kegiatan menginspirasi. Seperti forum bisnis dan investasi, temu usaha, serta parade seni dan budaya. "Ini wadah penting. Strategi efektif untuk kemajuan UMKM di DSP Borobudur, salah satunya di Purworejo," ujar Yuli.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menyambut baik gelaran pameran UMKM yang dipadukan dengan potensi pariwisata.
Dia juga mengapresiasi langkah strategis Pemkab Purworejo dalam konteks meningkatkan daya saing produk lokal dari gempuran produk global.
Dia pun berpesan agar Pemkab Purworejo terus mengintensifkan gerakan cinta produk dalam negeri. Upayanya dimulai dari tataran birokrasi dengan memproritaskan penggunaan produk lokal.
"UMKM ini tulang punggung ekonomi nasional. Ayo dimulai dari diri kita sendiri. Sekarang juga sudah ada kebijakan afirmasi belanja pemerintah untuk pelaku UMKM," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo