KEBUMEN - PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bank Kebumen segera memperkuat layanan perbankan melalui sentuhan digitalisasi. Langkah strategis ini dinilai akan menjadi cermin positif bagi perusahaan milik daerah seiring riuhnya kompetisi di sektor industri perbankan.
Direktur Utama PT BPR Bank Kebumen Achmad Saifullah mengatakan, pemenuhan layanan digital menjadi sebuah keniscayaan di era serba teknologi seperti sekarang. Kondisi ini menurutnya sebagai tantangan yang perlu dijawab oleh segenap jajaran manejemen Bank Kebumen.
"Dalam waktu dekat kami punya e-wallet untuk mempermudah nasabah," katanya, saat ditemui Radar Jogja usai hadir rapat di DPRD Kebumen, Jumat (1/8).
Saiful memastikan, Bank Kebumen segera mengambil peluang melalui pemanfaatan digitalisasi. Penetrasi layanan ini diharapkan dapat membawa kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah.
Dia yakin perubahan layanan transaksi dalam genggaman akan memperkuat posisi Bank Kebumen dalam menjawab kebutuhan pangsa pasar. "Modelnya M-Banking. Jadi transaksinya bisa lewat fitur yang kami sediakan," jelasnya.
Saiful mengatakan, tantangan dunia perbankan di tengah gejolak ekonomi global tidak mudah. Institusi perbankan juga dihadapkan hadirnya industri keuangan lain berbasis teknologi. Belum lagi, kata dia, bank milik pemerintah juga dikejar target pendapatan untuk setor dividen ke kas daerah.
Hal ini yang menurutnya perlu disikapi dengan cara beradaptasi melalui pemanfaatan digital. "Kami sedang berupaya bisa kasih kontribusi se optimal mungkin. Tahun ini target senilai Rp 1,4 miliar," sebutnya.
Pekan lalu, DPRD Kebumen telah mengetok palu terkait peraturan daerah (Perda) tentang Bank Kebumen. Regulasi ini mengatur perubahan nomenklatur perusahaan daerah tersebut dari sebelumnya bersifat bank perkreditan, beralih menjadi model bank perekonomian.
"Pemkab selaku pemilik dan DPRD sudah sepaham. Mendorong kami agar posisinya lebih kuat," ucap dia.
Sementara itu, Ketua Fraksi Amanat Sejahtera DPRD Kebumen Agus Supriyanto menyatakan, sudah saatnya perusahaan daerah beralih ke pelayanan digital. Dia juga mengingatkan agar Bank Kebumen bukan hanya menjadi eksekutor program, tetapi juga mengambil posisi sebagai katalisator pengembangan ekonomi daerah.
"Perubahan bentuk badan hukum hendaknya diiringi peningkatan kinerja perusahaan. Kami minta pengembangan produk dan layanan selaras dengan potensi ekonomi," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo