Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berkat Program PNM Mekaar, Supraptiningsih Punya Persewaan Baju Adat Terbesar di Imogiri, Bantul

Heru Pratomo • Kamis, 24 Juli 2025 | 02:29 WIB
Temu Media dengan Permodalan Nasional Madani (PNM)
Temu Media dengan Permodalan Nasional Madani (PNM)

 

JOGJA - Keseharian Supraptininsih adalah guru PAUD di Wukirsari, Imogiri, tapi kini dia juga memiliki usaha sampingan. Yaitu persewaan baju adat. Bahkan dia berani mengklaim menjadi persewaan baju adat terbanyak di wilayah Bantul. Hal itu berkat bantuan modal dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

"Persewaan baju adat mungkin banyak, tapi kalau persewaan yang menyewakan satu warna dalam jumlah ratusan mungkin hanya saya di Bantul," kata Prapti, sapaannya, dalam bincang bersama PNM, Rabu (23/7).

Idenya membuka persewaan baju adat juga melihat seringnya aktivitas kirab budaya di wilayahnya. Karena itu ketika didatangi account officer (AO) PNM yang mengajaknya bergabung dalam kelompok membina ekonomi keluarga sejahtera (Mekaar) dan menawarkan modal usaha, tak butuh waktu lama untuk mengiyakan.

"Terakhir turun Rp 6 juta langsung saya belikan semua baju adat, di Imogiri sangat laku, ibaratnya hari ini dicuci besok sudah disewa lagi," paparnya.

Prapti menjadi salah satu contoh sukses program PNM Mekaar di DIY. Pemimpin cabang PNM Yogyakarta Danang Setyabudi mengatakan, saat ini ada lebih dari 160 ribu nasabah Mekaar di DIY. Hampir semuanya merupakan kaum hawa.

Hal itu memang sejalan dengan semangat Mekaar, yang sejak 2016, fokus menggarap sektor ultra mikro dari kelompok ibu-ibu. Pinjaman yang ditawarkan dari Rp 3 juta sampai Rp 15 juta.

"Kenapa ibu-ibu? Ya karena mereka paling bertanggungjawab dalam pengelolaan keuangan keluarga," tuturnya.

Terbukti, dari lebih dari Rp 391 miliar dana yang disalurkan, angka kredit macet hanya 0,8 persen. Bahkan saat pandemi Covid-19 lalu, tercatat pertumbuhan terbesar.

Dalam pelaksanaannya, PNM Mekaar membuat kelompok ibu-ibu. Untuk pembayaran angsuran pun dilakukan mingguan dengan menggelar pertemuan. Dengan membuat kelompok juga untuk bertanggung jawab pada anggotanya. Termasuk jika ada yang kesulitan mengangsur.

“Akan ditanggung renteng para anggota,” tuturnya.

Tak melulu soal angsuran. Di sela kegiatan juga diisi dengan aktivitas lain. Mulai dari literasi keuangan, kesehatan, pendidikan hingga lingkungan."Fasilitatornya adalah AO kami yang semuanya juga perempuan Gen Z," tambahnya.

Diakuinya, para AO untuk program Mekaar adalah perempuan lulusan SMK di wilayah masing-masing. Alasan pemilihan AO perempuan karena mayoritas nasabah juga perempuan.

Kepala Bagian Corporate Communication PT PNM Kezia Hadi menambahkan, PNM juga memberikan pendampingan kepada nasabah maupun AO. Termasuk dengan kegiatan CSR hingga beasiswa. “Bocah aura farming Rayya Arkan itu ibunya juga nasabah PNM Mekaar,” ungkapnya.

 

Editor : Heru Pratomo
#baju adat #wukirsari imogiri #Mekaar PNM #Persewaan #Bantul #permodalan nasional madani #Aura Farming #pnm #Gen Z #paud #CSR #AO