Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inkubasi hingga Business Matching Dihadirkan bagi Pelaku Pariwisata di Kawasan Pariwisata Borobudur

Heru Pratomo • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:37 WIB
Inkubasi hingga Business Matching Dihadirkan bagi Pelaku Pariwisata di Kawasan Pariwisata Borobudur
Inkubasi hingga Business Matching Dihadirkan bagi Pelaku Pariwisata di Kawasan Pariwisata Borobudur

 

SLEMAN - Pengangguran sarjana jadi salah satu pekerjaan rumah. Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) dan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) pun bergandengan mencari solusinya.

 

Seperti dengan Inkubasi Bisnis Pelaku Pariwisata di Kawasan Pariwisata Borobudur (Studentpreneur Bootcamp 2025). Dalam kegiatan selama tiga hari, 19–21 Juli 2025 di UMY dan Wisata Taman Tebing Breksi, tak hanya mahasiswa, pelaku usaha desa penyangga di kawasan Zona Otoritatif BOB pun diajak. 

 

Direktur MCEBI PTMA, Dr Endang Rudiatin menyebut, tantangan mengatasi pengangguran sarjana bisa dikerjakan dengan berbagai langkah. Kolaborasi dengan BOB kali ini dirasa lebih baik daripada sebelumnya dan harapannya bisa lebih tepat sasaran.

Pihaknya pun mengapresiasi karena juga ada kegiatan berjejaring dengan pengusaha dan kampus akan mendampingi. "Targetnya mereka ini sampai menjadi pengusaha dan berhasil. Kami berharap kolaborasi seperti ini semakin banyak dan membawa dampak positif pada masyarakat," ujarnya usai penutupan Studentpreneur Bootcamp 2025 di Tebing Breksi, Senin (22/7).

Dalam kegiatan tersebut juga digelar Business matching yang mempertemukan peserta dengan mitra potensial seperti PT Paragon Technology and Innovation, Suara Muhammadiyah Tower, KADIN Indonesia, perbankan serta sektor swasta lain. 

Bagi Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Harfiansa Bimatara hasil bootcamp ini diharapkan mampu memperkuat jejaring bisnis, membuka peluang usaha baru, dan melahirkan entrepreneur muda yang siap berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.

"Kegiatan ini bertujuan mencetak generasi muda inovatif, membangun jejaring usaha, dan mendorong pemerataan ekonomi dari desa, sesuai visi pariwisata naik kelas dan desa wisata Kementerian Pariwisata," katanya.

Menurut dia, melalui mentoring, startup dapat menciptakan ekosistem usaha yang produktif antarpelaku usaha untuk bisa berkembang. Dengan harapan ke depan dapat memperkuat ekosistem produk wisaya.

Yang jelas, lanjut dia, jejaring sharing pengalaman dengan senior diharapkan dapat membantu mempercepat pengembangan usaha.

 

"Tidak mengulangi kegagalan, mengakselerasi belajar lebih cepat khususnya startup mahasiswa," katanya.

Editor : Heru Pratomo
#tebing breksi #BOB #Badan Pelaksana Otorita Borobudur #inkubasi