Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Garap Sektor Pangan dan Perdagangan Umum, BUMD Aneka Usaha Kebumen Target Raup Laba Rp 850 Juta

Muhammad Hafied • Rabu, 16 Juli 2025 | 03:02 WIB
Direktur PT Aneka Usaha Kebumen Jaya Wahyu Sugiantoro
Direktur PT Aneka Usaha Kebumen Jaya Wahyu Sugiantoro

 

 

KEBUMEN - PT Aneka Usaha Kebumen Jaya tahun ini mematok target dapat meraup untung sebesar Rp 850 juta. Perusahaan pelat merah tersebut belakangan sedang melebarkan sayap usaha dengan merambah di berbagai sektor pangan dan perdagangan umum.

Direktur PT Aneka Usaha Kebumen Jaya Wahyu Sugiantoro menyatakan, strategi khusus telah disiapkan untuk optimalisasi pencapaian pendapatan perusahaan. Dia optimis akan mencatat tren laba positif hingga di penghujung tahun.

"Dari target laba Rp 850 juta, sekarang sudah tercapai 40 persen," ungkap dia saat ditemui Radar Jogja, Selasa (15/7).

Wahyu menegaskan, keberadaan PT Aneka Usaha Kebumen Jaya tidak berbeda dengan BUMD lain. Sama-sama memiliki orientasi bisnis untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Adapun tahun ini ada kenaikan target dividen sebesar 30 persen yang bakal disetorkan kepada pemerintah daerah. "Setiap tahun target setor ke kas daerah meningkat. Kami coba untuk terealisasi," ujarnya.

Pegawai PT Aneka Usaha Kebumen Jaya sedang menata barang komoditas pangan yang dijual ke masyarakat.
Pegawai PT Aneka Usaha Kebumen Jaya sedang menata barang komoditas pangan yang dijual ke masyarakat.

Menurut Wahyu, peluang PT Aneka Usaha Kebumen Jaya untuk mengumpulkan laba masih terbuka lebar. Salah satunya dengan membuka skema bisnis dengan anak perusahaan milik BUMN.

Pihaknya juga akan turut mendukung program pemerintah pusat berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Dari dua program itu, kata Wahyu, pihaknya akan mencoba terlibat langsung terkait pasokan barang. Dengan begitu diharapkan akan menambah insturmen laba perusahaan.

"Kami bisa memasok, mana rekanan yang potensi. Sekarang masih menunggu karena program itu belum berjalan optimal," jelas Wahyu.

Ketua Pansus DPRD Kebumen Dwi Alhadi mengatakan, tujuh BUMD di Kebumen akan menerima kucuran modal total diproyeksi mencapai Rp 80 miliar. Dari nilai modal yang tidak sedikit itu jajaran legislatif meminta BUMD bekerja secara serius untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Di satu sisi juga dapat memberikan dampak positif terhadap PAD. "Semua uang itu punya rakyat. Harus berdampak ke rakyat. BUMD sepatutnya bekerja profesional dan akuntabel," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #Aneka Usaha #PAD #Laba #Sektor pangan #perdagangan umum #BUMD