Peluang ini ditangkap serius oleh Grand Altuz Hotel Yogyakarta, yang tidak hanya berfokus pada aspek profit, tetapi juga turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup.
General Manager Grand Altuz Hotel Yogyakarta, Dewa Gede Anuraga, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas utama yang sejalan dengan operasional bisnis hotel.
“Komitmen terhadap lingkungan adalah bagian penting dari masa depan kami,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Greenovation Ecotalk, Senin (30/6).
Mengusung tema Green Innovation for a Sustainable Future, kegiatan ini merupakan salah satu upaya konkret Grand Altuz Hotel Yogyakarta dalam mengedukasi masyarakat dan pelaku industri perhotelan mengenai pentingnya inovasi hijau.
Bertempat di hotel yang berlokasi di kawasan Caturtunggal, Kapanewon Depok, acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari regulator hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Kami ingin belajar langsung dari para ahli dan pemerhati lingkungan, agar dapat menerapkan praktik terbaik dalam operasional hotel,” jelas Gede.
Langkah nyata pun telah diterapkan oleh Grand Altuz Hotel Yogyakarta, antara lain melalui pemilahan sampah, pemanfaatan lahan menjadi mini garden, hingga pengolahan limbah cair sebelum dibuang.
“Hal krusial seperti pengelolaan air limbah harus dilakukan dengan bertanggung jawab agar tidak mencemari lingkungan,” tambahnya.
Gede berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik lahirnya gerakan kolektif di kalangan pelaku industri hospitality.
“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti di seremoni saja. Kami ingin terus tumbuh dengan inovasi yang berdampak positif,” tegasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, yang turut hadir sebagai pembicara, menyambut baik inisiatif Grand Altuz Hotel Yogyakarta.
Menurutnya, hotel sebagai penghasil sampah memiliki tanggung jawab dalam pengelolaannya.
“Pengolahan sampah menjadi kompos bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu. Ini juga bisa menghidupkan kembali ruang hijau di area hotel,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pembuatan ekoenzim dari sampah organik bisa menjadi alternatif ramah lingkungan untuk kebutuhan pembersih hotel. “Manfaatnya ganda, ramah lingkungan dan hemat biaya operasional,” terang Epiphana.
Senada, Advisor Bhavana Foundation, Amanda Nabila, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengelola sampah hotel.
Ia mendorong agar hasil olahan tidak berhenti di pengolahan saja, tetapi bisa dimanfaatkan secara nyata.
“Contohnya, hotel membuat pupuk dari sampah organik lalu disalurkan ke petani. Hasil panen dari petani bisa kembali dibeli oleh hotel. Siklus ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” jelas Amanda.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen nyata seperti ini, Grand Altuz Hotel Yogyakarta membuktikan bahwa hotel bukan hanya tempat menginap, tetapi juga ruang untuk membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (del)
Editor : Bahana.