JOGJA - Program Koperasi Merah Putih di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) diklaim telah 100 persen terbentuk. Hal itu dilihat dari total 438 koperasi yang telah terbentuk dan memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK).
"Target musyawarah kalurahan (muskal) selesai bulan Mei, alhamdulillah tercapai," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Sri Nurkyatsiwie saat dikonfirmasi, kemarin (23/6/202t).
Menurutnya, program tersebut telah lengkap di seluruh DIY. Rencananya, pembentukan kelembagaan yang sehat untuk menjalankan program tersebut akan segera dimulai.
"Badan hukumnya di Kabupaten/kota, namun ketua satgas adalah Gubernur untuk mengarahkan pembinaan dan pendampingan," tuturnya.
Siwi, sapaan akrab Sri Nurkyatsiwie menegaskan, tujuan program tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari tingkat kalurahan. Kelembagaan yang sehat tentunya membutuhkan pengurus dan pengawas yang berkompetensi di bidang koperasi.
"Setelah NIK terbit, nanti akan diikuti proses perizinan sesuai dengan jenis usaha yang akan dijalankan," jelasnya.
Siwi menegaskan bahwa koperasi yang akan berjalan nanti harus memberikan benefit bagi kelembagaan maupun anggotanya. Karena telah terbentuk semua, nantinya pada 12 Juli, program tersebut akan di-launching serentak Presiden Prabowo Subianto.
"Bertepatan dengan Hari Koperasi," tegasnya.
Setelah di-launching, targetnya koperasi sudah mulai aktif dan menjalankan usahanya. Bentuk pendampingan yang telah dilakukan salah satunya melalui program inkubasi bisnis untuk 20 koperasi.
"Sebanyak 438 koperasi punya keragaman luar biasa, dari sisi SDM, SDA, jarak, dan akses teknologi informasi," jelasnya.
Konsep usaha dalam koperasi rencananya akan diintegrasikan dengan platform milik Dinas Koperasi dan UKM DIY. Yakni Sibakul. Sibakul itu tidak hanya mencakup UMKM, tapi juga koperasi. (oso/zam)
Editor : Herpri Kartun