Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanpa APBN dan APBD, Borobudur International Tourism Expo Targetkan Transaksi Rp 180 Miliar

Naila Nihayah • Selasa, 17 Juni 2025 | 10:30 WIB

 

Ada ratusan sellers dari berbagai daerah untuk mempromosikan produknya di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, 15-17 Juni 2025.
Ada ratusan sellers dari berbagai daerah untuk mempromosikan produknya di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, 15-17 Juni 2025.

 

MAGELANG — Di tengah badai pengetatan anggaran dan lesunya sektor pariwisata nasional, sebuah pameran bisnis pariwisata digelar tanpa sepeser pun dana dari pemerintah. Pameran itu bertajuk Borobudur International Tourism Expo (BITE) edisi keempat, yang berlangsung pada 15–17 Juni 2025 di Grand Artos Hotel & Convention Magelang.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kebangkitan industri pariwisata bisa dimulai dari sektor swasta. Tak hanya menjual produk wisata, BITE juga membuka ruang untuk UMKM, komunitas kreatif, dan pelaku wisata alternatif dari berbagai daerah.

Ada stan-stan kecil yang menjual produk lokal hingga komunitas budaya. "Event ini murni tanpa APBN maupun APBD. Tapi, ini bukan akhir segalanya. Justru jadi momentum kolaborasi," kata Chief Community Officer Teman Parekraf Nasional (Tepanas) Panca R Sarungu usai pembukaan, Senin (16/6).

Menurut Panca, kondisi industri pariwisata nasional saat ini sedang mengalami tekanan berat. Bahkan, banyak daerah mulai melakukan layoff atau pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai hotel. Namun, BITE menjadi bukti bahwa dengan kondisi itu, event sebesar ini tetap bisa jalan.

BITE tahun ini menghadirkan 87 buyer dari dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura. Meski jumlah seller hanya 60, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, panitia menargetkan terjadinya lebih dari 2.150 sesi pertemuan bisnis (business matching).

Dia menyebut, dengan adanya ribuan sesi pertemuan bisnis itu harapannya bisa mencetak transaksi hingga Rp 180 miliar. Angka tersebut naik sekitar 10 persen dibanding capaian tahun lalu. Namun capaian bukan segalanya. Poin utamanya adalah menunjukkan bahwa sektor ini belum menyerah.

Dia berharap, tahun depan BITE akan mengalami perubahan format: tidak hanya pertemuan antar-meja (table to table). Tetapi juga eksplorasi lapangan dan showcase produk budaya lokal secara langsung.

Ketua panitia BITE 2025 Sugeng Sugiantoro, tidak menampik bahwa sektor pariwisata, khususnya di Jawa Tengah, belum benar-benar pulih pasca-pandemi dan resesi global. Namun, menurutnya, justru saat inilah para pelaku industri harus berani menjemput bola."Kami memilih skema business to business (B2B) agar ada transaksi nyata. Tidak hanya seremoni," kata Sugeng.

Menurut dia, kehadiran buyer mancanegara sangat penting. Terutama untuk destinasi seperti Borobudur, yang tengah bertransformasi dari wisata massal menjadi destinasi berbasis spiritual, budaya, dan pengalaman eksklusif.

Baca Juga: Ditanya Pelajar soal Keterlibatan Aparat dalam Jaringan Narkotika, Ini Jawaban Bupati Gunungkidul

Direktur RajaMICE Windy Agustian mengutarakan, dalam kondisi anggaran negara yang ketat, banyak daerah menggantungkan nasib pariwisata kepada investor dan pelaku industri. BITE 2025, menurut dia, menjadi semacam laboratorium pembuktian bahwa kolaborasi lintas sektor adalah jalan keluar paling realistis saat ini.

"Kami tetap semangat meski tanpa bantuan finansial dari APBN dan APBD. Justru dengan itulah kami berupaya menciptakan model baru kerja sama yang lebih fleksibel dan kolaboratif," katanya.

Pemkab Magelang pun menyambut baik perhelatan ini. Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut, BITE sebagai momentum memosisikan Borobudur tidak hanya sebagai destinasi religi dan budaya kelas dunia.

Tapi juga sebagai titik tumbuh ekonomi wisata yang tidak bergantung pada insentif negara. "Ke depan, kami ingin menguatkan infrastruktur dan mendukung pelaku usaha lokal agar bisa tampil di pasar internasional," ucapnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Borobudur #Grand Artos Hotel & Convention Magelang #Pariwisata #PHK #APBN #APBD