KEBUMEN - Anggota Komisi A DPRD Kebumen Yulianto secara sukarela memberikan pelatihan media sosial (medsos) kepada ibu rumah tangga.
Program ini bergulir sebagai upaya pemberdayaan agar perempuan tak canggung terjun di dunia ekonomi kreatif melalui kanal media sosial.
Pelatihan tersebut diikuti sedikitnya 50 ibu rumah tangga dari berbagai kecamatan.
Mereka terlihat antusias menyimak paparan Yulianto yang sudah mahir mengahasilkan uang dari medsos.
"Kesan emak-emak hanya di dapur harus dihilangkan. Mereka juga berhak berkembang. Punya penghasilan sendiri lewat medsos," ucap Yulianto, di sela pelatihan, Jumat (13/6).
Menurut Yulianto, kaum emak-emak punya peran strategis dalam membangun perekonomian. Namun, sejauh ini masih menemui kendala terkait hal teknis yang menghambat peluang tersebut.
Oleh karena itu, lewat program pelatihan yang digagas dirinya akan mendorong para ibu rumah tangga menjadi konten kreator yang berpotensi menghasilkan uang.
"Peluangnya masih terbuka lebar. Timbang cuma scroll yang gak jelas, mending diarahkan ke hal produktif," ucapnya.
Lebih lanjut, program pelatihan medsos ini akan berkesinambungan. Tidak hanya menyasar kalangan ibu rumah tangga, tapi juga kalangan pelajar dan mahasiswa.
Selain meningkatkan kemampuan individu, program ini juga bertujuan menciptakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Ketika sudah mahir cari cuan di medsos. Pemasukan mereka akan tertata, rumah tangga jadi damai. Output-nya itu," sambungnya.
Yulianto menyebut, di Indonesia sendiri terdapat sedikitnya 17 juta konten kreator. Lima puluh persen di antaranya telah meraup untung dari aktivitas medsos dengan penghasilan di atas rata-rata upah minimum.
"Arahnya nanti bisa memanfaatkan aviliator, lewat Tik-Tok, Facebook Pro dan sebagainya. Sudah saya coba di Ambal dan itu berhasil," terang Yulianto.
Salah satu peserta pelatihan Dwi Kurniasih, 39, menuturkan, keterampilan bermedsos sangat dibutuhkan seiring perkembangan teknologi.
Dari keterampilan itu kemudian diharapkan dapat membuka peluang penghasilan.
Ujungnya berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi keluarga.
"Bukan saatnya narsis di medsos. Kalau bisa dapat uang buat jajan anak. Berapa pun hasilnya, pelan-pelan," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo