JOGJA - Satuan Karya (Saka) Wirausaha merupakan salah satu wadah pembentukan karakter sesuai dengan minat dan bakat yang melekat pada Kwartir Gerakan Pramuka.
Saka Wirausaha yang pembentukannya diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM DIY pada 2023 silam bertujuan menumbuhkan ekosistem kewirausahaan bagi generasi muda.
Khususnya bagi anggota Pramuka Penegak dan Penggalang. Saka Wirausaha diharapkan mampu meningkatkan persentase wirausaha di DIY. Ini sesuai jiwa pengabdian seperti tersirat dalam Tri Satya dan Tri Dharma Pramuka.
Berkaitan dengan semangat itu, Dinas Koperasi dan UKM DIY kembali mengadakan Orientasi Inkubasi Bisnis Saka Wirausaha 2025. Kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan di kalangan Pramuka Penegak dan Pandega. Sekaligus memotivasi agar generasi muda semangat menjadi wirausaha.
Maklum di sejumlah negara maju persentase anak muda yang menjadi wirausaha telah mencapai 10 persen. Sedangkan di Indonesia masih di bawah 5 persen. "Spirit kepanduan itu ada dalam jiwa wirausaha," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi usai membuka Orientasi Inkubasi Bisnis Saka Wirausaha 2025 di Hotel Cavinton, Jogja, Kamis (22/5).
Siwi mengakui latar belakang dibentuknya Saka Wirausaha dalam rangka meningkatkan rasio kewirausahaan di DIY. Program tersebut telah memasuki tahun ketiga dan mendapatkan dukungan dana keistimewaan (Danais). Peserta inkubasi merupakan anggota Pramuka Penegak dan Pandega. “Jumlahnya ada 30 orang peserta,” terangnya.
Mereka berasal dari perwakilan dari pimpinan Saka Wirausaha Tingkat Cabang (2 orang) Andalan Cabang Kwarcab (2 orang) dan enam orang perwakilan Dewan Saka Wirausaha Tingkat Cabang serta calon peserta Incubas Bisnis 2025.
Proses rekruitmen peserta inkubasi dilakukan melalui tahapan seleksi. Tidak semua anggota Pramuka Penegak dan Pandega bisa terakomodasi mengikuti kegiatan tersebut. Seleksi diadakan lima kabupaten dan kota se-DIY.
Selama ini instansinya terus memberikan pendampingan. Mulai pembinaan SDM, kelembagaan, produk, manajemen keuangan, strategi pemasaran dan aspek pendukung lainnya. Usai mengikuti inkubasi, peserta tetap mendapatkan pendampingan.
“Kami juga lakukan evaluasi guna memastikan jenis usaha yang mereka pilih," jelas mantan Penjabat Bupati Kulon Progo ini.
Peserta orientasi inkubasi memilih bentuk usaha yang sesuai dan cocok dengan dirinya atau lingkungannya. Pemetaan dibantu oleh pemateri saat orientasi inkubasi. "Kebanyakan peserta kan masih SMA, beberapa di antaranya sudah memulai bisnis kecil-kecilan," terangnya.
Inkubasi bisnis yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM DIY dinilai memberikan dampak bagi peningkatan kemampuan berwirausaha anggota Saka Wirausaha maupun para tenant. Ada peningkatan performa penjualan. Setiap pangkalan meningkat empat kali lipat per bukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Orientasi Inkubasi Bisnis Saka Wirausaha 2025 juga dihadiri sejumlah undangan. Di antaranya seperti Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho. Dia menjelaskan, program seperti Saka Wirausaha bisa terselenggara dan difasilitasi dengan danais bila ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengampunya.
Selain Dinas Koperasi dan UKM DIY yang membina Saka Wirausaha, danais juga diberikan untuk Saka Bahari yang diampu Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. "Artinya bagi mereka yang ingin belajar berwirausaha salah satunya mengikuti Saka Wirausaha," tegas Aris. (oso/kus)
Editor : Heru Pratomo