Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Efisiensi Anggaran dari Pemerintah Tingkat Hunian Hotel di Magelang Turun, Mulai Kurangi Karyawan

Naila Nihayah • Jumat, 18 April 2025 | 02:29 WIB
SEPI: Suasana lobi Grand Artos Hotel & Convention Magelang saat malam hari. Tidak banyak tamu yang menginap.
SEPI: Suasana lobi Grand Artos Hotel & Convention Magelang saat malam hari. Tidak banyak tamu yang menginap.

 

 

MUNGKID - Penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 mulai dirasakan pengelola hotel di Kabupaten Magelang. Tingkat hunian hotel menurun sehingga pengelola mulai mengurangi karyawan.

 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang Usep Syarifudin tidak menampik, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pada Februari lalu, jelas berimbas terhadap sektor perhotelan.

 Baca Juga: Tetap Bugar di Musim Pancaroba, Ini Rekomendasi Makanan dan Minuman Penangkal Flu dan Batuk

Sejumlah hotel mulai mengurangi karyawan harian seiring berkurangnya pangsa pasar dari instansi pemerintah akibat kebijakan tersebut. Namun, dia tidak menyebut detailnya. "Biasanya di hotel ada tenaga yang sifatnya tambahan. Entah itu dari outsourcing atau karyawan harian," ujarnya, Kamis (17/4).

 

Bahkan, kata dia, ketika ada karyawan yang mengundurkan diri, pihak hotel mengerem untuk melakukan perekrutan karyawan baru. Tidak hanya itu, dia menyebut, kebijakan efisiensi anggaran ini juga berdampak pada pendapatan hotel, khususnya hotel berbintang.

 Baca Juga: Prediksi Lazio vs Bodo/Glimt Europa League Jumat 18 April Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Dampak yang paling terasa adalah pendapatan dari penyelenggaraan meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE). Kondisi itu praktis membuat target pangsa pasar masing-masing hotel berkurang hampir 50 persen.

 

Usep melanjutkan, ada juga hotel yang bukan berbintang mulai memangkas jam kerja karyawan. Menurutnya, ketika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, akan memicu terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri perhotelan.

 Baca Juga: Tak Hanya Laporan Kriminal, Polres Kulon Progo Terima Laporan Temuan Sarang Penyu di Pantai Glagah

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan kerja sama antara pelaku industri perhotelan dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait. "Kami berharap, ada berbagai macam event atau kegiatan yang bisa mendatangan wisatawan ke Kabupaten Magelang sehingga memperpanjang masa tinggal," paparnya.

 

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Magelang Edi Hamdani mengakui, kebijakan efisiensi anggaran memang berimbas terhadap sektor perhotelan. "Namun, hingga saat ini belum ada laporan adanya hotel di Kota Magelang yang mem-PHK karyawan. Kami berharap para pengelola hotel untuk terus berinovasi," pungkasnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#perhotelan #Magelang #outsourching #karyawan #Hotel #PHK #APBN #phri #inpres efisiensi anggaran #Kurangi