Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Hanya Fokus Berbisnis, Omah Oblong Jogja Juga Berkomitmen Kembangkan Seni dan Budaya

Delima Purnamasari • Senin, 14 April 2025 | 22:57 WIB

Pemilik Usaha Omah Oblong Jogja Sugiyanto
Pemilik Usaha Omah Oblong Jogja Sugiyanto
SLEMAN - Omah Oblong Jogja dikenal sebagai sentra industri kaos termuka di Yogyakarta.

Usaha ini tidak hanya fokus mengembangkan bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan seni dan budaya.

Omah Oblong Jogja sendiri berlokasi di Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping. Di sini tersedia kaos berkualitas premium dengan beragam desain.

Saat berkunjung ke lokasi, pengunjung akan disuguhi oleh nuansa tradisional yang kental. Mulai dari musik yang dimainkan, hiasan ruangan, hingga pakaian para pegawainya.

Pemilik Usaha Omah Oblong Jogja Sugiyanto menilai, Yogyakarta adalah tempat berkumpulnya seniman dengan kreativitas tinggi.

Ketika bisnis dikolaborasikan dengan budaya maka akan sangat berdampak positif.

"Ketika budaya hancur berarti masyarakat ikut hancur. Jadi saya akan ikut mengembangkan budaya ini," katanya saat ditemui pada Kamis (27/3).

Salah satu praktik yang sudah dilakukan adalah menggunakan wayang sebagai desain kaos. Omah Oblong Jogja sendiri memiliki hampir 30 desain khusus wayang.

Sugiyanto juga berkomitmen untuk menghasilkan gambar yang detail.

"Wayang itu bisa pakai lebih dari 15 warna. Di kami sudah 12 sampai 14," katanya.

Produk-produk tersebut bisa dibeli kisaran harga Rp 100 ribuan. Meski harganya sedikit lebih tinggi dibanding yang lain, Sugiyanto menyebut kaos bergambar wayang ini adalah karya seni.

"Pembuatannya enggak mudah. Harapannya orang yang membeli punya apresiasi seni karena yang membuat itu juga seniman," terangnya.

Atas latar belakang itu pula para pengunjung juga bisa langsung berkeliling melihat proses produksi kaos.

Dengan demikian, pengunjung bisa melihat keseriusan dan keterampilan para pembuatnya.

Komitmen Sugiyanto tidak berhenti sampai di situ. Dia menyebut juga akan membuat semigaleri berkolaborasi dengan para pematung dan pelukis. Selain itu, akan mengundang sanggar tari.

"Jadi kelihatan lebih hidup. Ini sudah mulai proses pembangunan," katanya.

Sugiyanto mengaku ingin mencari identitas yang tidak bertabrakan dengan merek lain. Dia yakin ini juga jadi usaha untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah ekonomi yang melemah.

"Kalau hanya jualan saja tidak akan lama. Tiga sampai empat tahun selesai," ucapnya.

Di sisi lain, dia berharap agar pemerintah bisa turut memberikan dorongan.

Termasuk dengan mengkolaborasikan semua pemilik usaha dan pemangku kepentingan.

"Di daerah sini juga ada pabrik batik rumahan, wisata Sindu Kusuma Edupark, sampai komunitas. Kalau dibuat destinasi kolaborasi akan bagus sekali," tambahnya.

Baginya Omah Oblong Jogja bukan sekadar bisnis. Namun, tempat yang bisa menarik semua elemen yang memiliki kreativitas.

Termasuk bagi mereka yang tidak memiliki fasilitas atau kemampuan.

"Ini tidak sekadar bisnis. Tapi bentuk komitmen kami dalam dunia seni dan budaya," ucapnya. (del)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Sleman #omah oblong jogja