RADAR JOGJA - Pemerintah, melalui Kementerian BUMN, sedang merencanakan pembangunan Menara BUMN di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Dengan ketinggian mencapai 778 meter, menara ini diharapkan menjadi gedung tertinggi di Asia Tenggara sekaligus ikon kebanggaan Indonesia di masa depan.
Pembangunan Menara BUMN ini dirancang untuk berdiri di atas lahan seluas 20.000 m².
Struktur arsitekturalnya akan menggabungkan elemen tradisional rumah adat Suku Dayak dengan gaya modern, menciptakan harmoni antara kearifan lokal dan inovasi.
Menara ini tidak hanya megah dari segi ketinggian, tetapi juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung berbagai kebutuhan. Beberapa fasilitas utama yang direncanakan meliputi:
• Hotel bintang lima.
• Area komunitas dan pusat ritel.
• Masjid, museum, dan pusat kebudayaan.
Dengan fasilitas tersebut, Menara BUMN tidak hanya menjadi simbol kemegahan tetapi juga pusat aktivitas sosial dan budaya yang dapat menarik wisatawan domestik maupun internasional.
Saat ini, proyek masih berada dalam tahap kajian dan diskusi internal, tanpa tanggal pasti untuk dimulainya pembangunan.
Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp3,5 triliun, yang akan diperoleh dari kombinasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta investasi swasta.
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk disebut-sebut akan menjadi mitra utama dalam proses konstruksi menara tersebut.
Proyek ambisius ini diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus landmark strategis dalam mendukung IKN sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, turut memberikan kontribusi dalam konsep desain menara yang diusulkan.
Dengan segala rencana besar ini, Menara BUMN berpotensi menjadi salah satu ikon arsitektural paling menonjol di kawasan Asia Tenggara, memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Penulis: Samil Ngirfan Al Makki
Editor : Bahana.