Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Terisi 5.000 Ton Beras, Bulog Kebumen Tambah Gudang untuk Serap Beras Petani

Muhammad Hafied • Sabtu, 12 April 2025 | 06:45 WIB

 

CEK KUALITAS : Kepala Gudang Bulog Kebumen Sidik Sugiharto mengecek kondisi beras hasil panen yang dibeli langsung dari petani.
CEK KUALITAS : Kepala Gudang Bulog Kebumen Sidik Sugiharto mengecek kondisi beras hasil panen yang dibeli langsung dari petani.
 

 

 

 

KEBUMEN - Bulog Cabang Kebumen terpaksa menambah gudang penyimpanan di Adimulyo. Hal ini dilakukan karena kapasitas gudang utama tak lagi mencukupi untuk menampung hasil penyerapan gabah dan beras dari petani.

Kepala Gudang Bulog Kebumen Sidik Sugiharto menyampaikan, kapasitas gudang utama bulog memang cukup terbatas. Hanya mampu menampung sekitar 5.500 ton.

Padahal dibutuhkan dua kali lipat kapasitas gudang untuk menampung beras hasil penyerapan dari petani. "Gudang kami hampir penuh. Otomatis ada gudang tambahan dengan sistim sewa dengan mitra," ucapnya, Jumat (11/4).

Sidik menjelaskan, gudang tambahan tersebut berada di sentra penghasil padi. Dengan harapan dapat mengurangi beban kapasitas dari gudang utama yang kini telah terisi 5.000 ton beras.

Di lain sisi gudang tersebut juga dapat memudahkan bulog dalam hal penyerapan di daerah penghasil padi. "Kami manfaatkan betul aset yang ada. Di gudang tambahan ini dipastikan aman dari banjir," ungkapnya.

Dia menyebut, saat ini Bulog Kebumen telah menyerap total 6.333 ton gabah kering panen (GKP). Sedangkan beras mencapai 1.483 ton. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring masa panen dari petani berakhir.

"Kelihatannya se wilayah kantor cabang, penyerapan kami paling banyak. Baik gabah atau beras," ungkap Sidik.

Lebih lanjut, Sidik menerangkan dalam proses penyerapan gabah maupun beras dari petani, pihaknya telah menggandeng delapan mitra maklun yang tersebar di berbagai wilayah.

Hal ini dilakukan guna memudahkan jangkauan hingga ke tingkat petani. "Kami nonstop. Begitu ada yang siap, pasti diangkut. Puncaknya kemarin pas puasa," bebernya.

Dia menegasakan, sinergi antara Bulog, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa setempat menjadi kunci penyerapan gabah petani maupun yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Sinergitas ini akan terus berlangsung sampai target yang dicanangkan pemerintah tercapai. "Terus lanjut. Panen baru sekitar 80 persen. Tinggal kami petakan daerah mana yang belum panen," kata Sidik.

Anggota Komisi B DPRD Kebumen Maksum Sodiq meminta agar Bulog memastikan harga beli kepada petani sesuai standar yang ditetapkan. Dia tak ingin ada selisih harga yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Menurutnya, patokan harga GKP Rp 6.500 per kilogram merupakan bentuk perhatian kepada kalangan petani. "Kan sudah ada aturan HPP (harga pembelian pemerintah). Jangan meleset dari itu. Supaya petani semakin berdaya dan sejahtera," ujarnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #gudang #bulog #Petani #hasil panen