JOGJA – Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DIY yang dikeluarkan pada April 2025, Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan ekspor terbesar.
Ekspor ke negara tersebut mencapai 39,58 persen dari total ekspor DIY pada Februari 2025. Sembilan dari sepuluh komoditas utama dominan dikirim ke Negeri Paman Sam.
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, nilai ekspor barang pada Februari 2025 asal DIY yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia tercatat mencapai 47,41 juta dolar AS. Nilai ekspor tersebut naik sebesar 9,21 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Ekspor DIY terbesar ke Amerika Serikat mencapai 18,50 juta dolar AS,” katanya, Kamis (10/4/2025).
Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-1.119, Pemkot Ziarah ke Makam Pemimpin Terdahulu hingga Gelar Tasyakuran
Selain AS, Jerman dan Jepang adalah dua negara lain yang memiliki kontribusi terbesar bagi ekspor DIY. Nilai ekspor ke Jerman sebesar 6,58 juta dolar AS dan Jepang sebesar 4,75 juta dolar AS.
"Kontribusi ekspor ketiga negara tersebut mencapai 62,92 persen,” ucap Herum.
Berdasarkan penggolongan barang ekspor, kertas/karton merupakan barang yang paling banyak dikirim ke AS pada Januari-Februari 2025. Persentasenya mencapai 77,38 persen.
Baca Juga: Kejati DIY Lakukan Penyelidikan Pengadaan Bandwidth Kominfo Sleman, Sudah Periksa 14 Saksi
Sementara itu barang-barang dari kulit, barang-barang rajutan, dan jerami atau bahan anyaman juga merupakan barang yang mendominasi ekspor DIY. Masing-masing persentasenya berada di atas 50 persen.
Herum menyebut, sebanyak sembilan dari sepuluh komoditas utama dominan dikirim ke AS.
Sedangkan satu komoditas utama yang dominan dikirim ke negara lain, yakni Spanyol, berupa minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian.
“Persentase kenaikan nilai impor terbesar juga berasal dari Amerika Serikat 404,09 persen,” ujarnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY juga mencatat bahwa AS menjadi negara tujuan ekspor utama dari DIY dalam beberapa tahun terakhir.
Selama ini, produk-produk unggulan DIY yang paling banyak diekspor ke AS adalah berbagai komoditas unggulan daerah.
Termasuk barang dari kertas atau karton, kerajinan anyaman, hingga furnitur.
“Barang dari kertas/karton, kerajinan anyaman, barang dari kulit, garment, furnitur, kerajinan dari batu/semen dan kayu, serta gula semut,” beber Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati.
Terhadap pasar ekspor di negara lain, Disperindag DIY tetap membidik beberapa negara seperti Jepang dan Jerman yang merupakan pasar ekspor terbesar setelah AS. Meskipun nilai nominalnya belum menyentuh dua digit.
“Pasar ekspor selain Amerika, kami tetap bidik Eropa, Asia, Uni Emirat Arab. Tapi Amerika tetap menjadi peluang,” kata Yuna. (tyo)
Editor : Winda Atika Ira Puspita