RADAR JOGJA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis lalu menyatakan bahwa ia akan mempertimbangkan kesepakatan untuk TikTok, di mana China setuju untuk menyetujui penjualan aplikasi video pendek milik ByteDance, asal negara tersebut mendapat keringanan tarif impor dari AS.
Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, di mana ia menjadikan TikTok sebagai contoh bagaimana tarif dapat digunakan untuk bernegosiasi dengan negara lain.
"Kita punya situasi dengan TikTok di mana China kemungkinan akan berkata kami akan menyetujui kesepakatan, tapi apakah kamu akan melakukan sesuatu mengenai tarif?" ujar Trump.
Trump menambahkan bahwa AS dapat menggunakan kebijakan tarif untuk mendapatkan sesuatu sebagai imbalannya.
Kita bisa menggunakan tarif untuk mendapatkan sesuatu sebagai imbalannya.
Setelah mengumumkan tarif dasar sebesar 10% untuk semua barang impor dan kenaikan tarif sebesar 54% untuk China, Trump menggarisbawahi bahwa tarif memberi kekuatan besar untuk bernegosiasi.
Menurutnya, tarif dapat digunakan untuk mempengaruhi kesepakatan internasional, khususnya terkait dengan TikTok.
"Saya terbuka untuk bernegosiasi dengan negara-negara lain, tetapi hanya jika mereka mau memberikan sesuatu yang luar biasa bagi Amerika Serikat," tegasnya.
Dalam konteks TikTok, ia menjelaskan bahwa tarif bisa menjadi cara untuk mendorong China memberikan persetujuan terhadap kesepakatan yang menguntungkan AS.
Namun, meskipun Trump mengungkapkan kemungkinan menggunakan tarif untuk mempermudah kesepakatan dengan China mengenai TikTok, ia juga mengatakan bahwa belum terlibat dalam pembicaraan resmi dengan negara tersebut.
Ketika Trump mulai menjabat pada Januari, ia menandatangani perintah eksekutif yang menunda larangan terhadap TikTok selama 75 hari.
Langkah ini memberi waktu bagi TikTok untuk mencari solusi agar tetap dapat beroperasi di pasar AS.
Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa China harus berperan dalam proses penjualan TikTok, dengan kemungkinan memberikan persetujuan terkait penjualan aplikasi tersebut.
"Mungkin saya akan memberikan sedikit pengurangan tarif untuk menyelesaikannya, karena setiap poin dalam tarif lebih berharga daripada TikTok," ungkap Trump.
Penulis: Abel Alma Putri