Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Sudah Lakukan Promo, Hunian Kamar Momen Libur Lebaran Lesu, Hotel Sebut Ada Dampak dari Efisiensi

Fahmi Fahriza • Sabtu, 29 Maret 2025 | 20:13 WIB
Tamu saat mengunjungi salah satu hotel di Yogyakarta. 
Tamu saat mengunjungi salah satu hotel di Yogyakarta. 

JOGJA - Momentum Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, para pemudik dan wisatawan sendiri sudah banyak berdatangan ke DIY.

Dengan prediksi, ada sekitar 1,5 juta kendaraan hendak masuk ke kota Istimewa ini.

Namun, jika menilik dari sektor akomodasi atau perhotelan, para pelaku industri hotel mengaku bahwa tingkat penghunian kamar (TPK) atau keterisian kamar hotel terhitung lesu, dan belum sesuai ekspektasi mereka.

Asst Director of Sales & Marketing ARTOTEL Yogyakarta Lia Winayasari menyampaikan, dari keseluruhan 105 kamar yang dimiliki ARTOTEL, pihaknya menargetkan okupansi di libur lebaran kali ini berada di angka 100 persen.

"Targetnya sama seperti tahun lalu. Tapi untuk saat ini belum tercapai, baru sekitar 80 persen keterisian," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (29/3/2025).

Lia menyampaikan, dari rasionalisasi dan perhitungan yang dilakukan bersama timnya, belum tercapainya target tersebut ditengarai beberapa alasan.

Salah satunya adalah karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

"Itu berpengaruh pada minimnya hunian untuk perjalanan dinas, dan juga Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE)," ujarnya.

Padahal, ARTOTEL sendiri sudah melakukan beberapa promo yang ditawarkan sejak awal Ramadan lalu, dengan harapan bisa mendongkrak tingkat okupansi.

Ia menyampaikan, beberapa promo yang ditawarkan antara lain adalah, 40hours Stay at ARTOTEL Yogyakarta, hingga Hari Raya di Yogyakarta dan Jalan-Jalan Lebaran.

"Lalu ada 1 promo All You Can Eat untuk Syawalan, dengan nama Waktunya Indonesia Lebaran," bebernya.

Baca Juga: Terminal Kebumen Siap Sambut 12 Armada Angkutan Mudik Gratis

Lebih lanjut, Lia merinci dari tamu-tamu yang sudah reservasi maupun yang sudah menginap, demografi tamu sendiri didominasi oleh segmen keluarga, yang mayoritas datang dari Jabodetabek.

"Tamu kami banyak dari Jakarta, juga beberapa kota di Jawa Timur," urainya.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyatakan, bahwa pada momen libur lebaran kali ini memang terhitung lesu jika dibanding periode sebelumnya.

Secara garis besar, dari 498 hotel anggota PHRI, Deddy menuturkan untuk okupansi saat ini masih di bawah 50 persen.

Angka tersebut turun cukup drastis dibanding periode sebelumnya, yang okupansinya mencapai 80 persen saat libur lebaran.

"Mungkin ada faktor daya beli yang turun. Semoga secara berkala ini bisa terus naik," harapnya.

Dari segi harga yang ditawarkan, ia menyampaikan bahwa angka yang dipasang sama dengan tahun lalu.

Apalagi, karena momentum Ramadan dan lebaran, justru banyak promo yang dihadirkan.

"Harganya dinamis, tapi cenderung sama dengan tahun lalu. Semoga ada peningkatan okupansi mendekati lebaran," pungkasnya.

Terpisah, salah satu orang yang berencana mengunjungi Jogja untuk tujuan wisata adalah Wisnu Fauzi.

Wisnu merencanakan akan datang ke Jogja pada h+4 lebaran mendatang.

Saat dikonfirmasi soal akomodasi nya, ia mengaku belum memetakan secara spesifik, dan berencana untuk mencari hotel setibanya di Jogja.

"Belum pesan, mungkin nanti cari pas di sana. Pengennya yang area kota, biar dekat akses kemana-mana," terang laki-laki asal Ponorogo ini. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hunian Kamar Hotel #hunian #Hotel #efisiensi #dampak #Hari Raya Idul Fitri #promo #lesu #libur lebaran #hunian hotel #phri #kamar #Artotel Yogyakarta