Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lakukan Tiga Jenis Pengecekan di SPBU Airport Hub Kulon Progo Tak Terbukti Ada BBM Oplosan, Stok Dipastikan Aman

Heru Pratomo • Rabu, 26 Maret 2025 | 02:50 WIB
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan pelanggan di SPBU Temon, Kulon Progo, kemarin (24/3). Pihak Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah menjamin ketersediaan BBM
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan pelanggan di SPBU Temon, Kulon Progo, kemarin (24/3). Pihak Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah menjamin ketersediaan BBM

KULON PROGO - Isu terkait pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dicek langsung oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan bersama Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah. Di SPBU Airport Hub Kulon Progo dilakukan tiga jenis pengecekan sekaligus.

"Hasilnya dari alat tera kapasitas 20 liter yang dikeluarkan menunjukkan jumlah yang sama dengan liter di pompa," kata Agung didampingi General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Aribawa, Senin sore (24/3).

Selain itu juga dilakukan uji density atau pengujian kepadatan BBM. Dari uji yang dilakukan, Pertamax yang dikeluarkan masih masuk dalam batas toleransi yang ditetapkan Kementerian ESDM. Yaitu 0,17. Yang terakhir dilakukan pengecekan terkait rembesan air dalam tanki penimbunan BBM di SPBU. Hasilnya pun, BBM di SPBU Airport Hub Kulon Progo tersebut tidak terkontaminasi air.

Agung menyebut sudah berkomunikasi dengan Pertamina dan diyakinkan untuk suplai BBM ke wilayah DIY secara keseluruhan aman. Apalagi beberapa sudah dilakukan melalui jalur perpipaan. Sehingga diyakini tak terlalu berpengaruh dengan kepadatan lalu lintas. "Kami lakukan pengecekan ini untuk memastikan suplai aman, lancar, kualitas juga terjaga tidak ada oplosan," tegasnya.

Aribawa menambahkan, pihaknya sudah memproyeksikan terjadi peningkatan konsumsi untuk beberapa jenis BBM, terutama gasoline, jenis pertalite, pertamax, dan pertamax turbo, sebesar 6,8 persen atau menjadi sekitar 1.991 Kiloliter (KL) per hari. Pertamina juga memproyeksikan, konsumsi gasoil (solar) diperkirakan menurun 25,2 persen menjadi 371 KL per hari, akibat pembatasan operasional truk non-logistik.

Untuk kebutuhan rumah tangga, lanjut Aribawa, diproyeksikan kenaikan konsumsi LPG sebesar 3,05 persen menjadi 553 metrik ton per hari. Pertamina mengambil langkah proaktif dengan menambah pasokan LPG di seluruh kota dan kabupaten di DIY sebanyak 570.293 tabung. Penambahan ini melonjak signifikan hingga 397 persen dari konsumsi harian normal.

“Terminal BBM Rewulu menjadi pusat distribusi utama, dan saat ini stok yang tersedia cukup untuk lebih dari 10 hari ke depan,” jelas Aribawa.

Sementara itu Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan menyebut, telah menyiapkan layanan ekstra khusus mudik. Di antaranya penyiapan satu unit modular di rest area fungsional exit tol Tamanmartani.bjuga satu unit motoris yang standby di exit tol yang sama.

“Kami juga sda 18 SPBU yang akan beroperasi 24 jam penuh. Terutama SPBU yang lokasinya di jalur-jalur keramaian termasuk jalur wisata," ungkapnya.

Editor : Heru Pratomo
#pertamax #bupati #airport #pertamina patra niaga #Kulon Progo #BBM #SPBU #Agung Setyawan #pengoplosan Bahan Bakar Minyak