Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

IHSG Dibuka Hari Ini Melemah, Pasar Saham Masih Diterpa Sentimen Negatif

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 19 Maret 2025 | 17:46 WIB
Ilustrasi Saham.
Ilustrasi Saham.


RADAR JOGJA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka.

Namun angkanya melemah pada perdagangan hari ini.

Turun tipis, 0,04% ke level 6.618,92.

Bahkan, IHSG sempat mengalami tekanan lebih dalam hingga menyentuh 6.152,36, turun 1,14%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase ketidakpastian dengan tekanan jual yang cukup besar.

Sebagian besar sektor tertekan dan bergerak di zona merah.

Kecuali sektor energi dan keuangan yang masih mampu mencatatkan pertumbuhan.

Nilai transaksi awal tercatat mencapai Rp 773 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 676,6 juta lembar saham.

Meski begitu, beberapa saham unggulan seperti BESS justru mengalami lonjakan tajam.

Trading Halt Akibat Penurunan Drastis

Pada perdagangan 18 Maret 2025, IHSG sempat mengalami trading halt setelah anjlok hingga 5%.

Penurunan tajam ini menyeret IHSG ke level 6.149, sementara indeks lain seperti LQ45 dan Jakarta Islamic Index (JII) juga tak luput dari tekanan besar.

Melihat kondisi pasar yang kurang kondusif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung mengambil langkah antisipatif.

Salah satu kebijakan yang dipertimbangkan adalah memperbolehkan perusahaan melakukan pembelian kembali saham (buyback) tanpa perlu persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, kebijakan short selling juga ditunda sementara demi menjaga stabilitas pasar.

Faktor-Faktor yang Menekan IHSG


Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan tekanan terhadap IHSG, di antaranya:


1. Kondisi Ekonomi Global: Ketidakpastian global masih tinggi, terutama karena kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan China.


2. Kebijakan Pemerintah: Sejumlah kebijakan fiskal dianggap belum cukup mendukung pasar, sehingga membuat investor lebih berhati-hati.


3. Isu Korupsi dan Stabilitas Politik: Skandal korupsi yang mencuat serta kekhawatiran terhadap kondisi politik dalam negeri turut menekan kepercayaan investor.


4. Arus Keluar Modal Asing: Investor asing terus menarik dananya dari pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan sebelumnya, tercatat outflow asing mencapai Rp 29,4 triliun, yang semakin memperburuk tekanan di bursa.

Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, para analis menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dan memilih saham dengan fundamental yang kuat.

Sementara itu, pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan terus mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas pasar modal Indonesia. (Samil Ngirfan Al Makki) 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#sentimen #perdagangan #BEI #ihsg #OJK #Negatif #saham