Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan Sekprov DIY Benny Suharsono Cek Harga dan Stok Bapok di Pasar Beringharjo, Sebut Beriringan

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 15 Maret 2025 | 04:42 WIB
Sekda DIJ Beny Suharsono didampingi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memeriksa takaran volume Minyakita saat pemantauan harga pangan jelang Lebaran, di Pasar Beringharjo, Kota Jogja,
Sekda DIJ Beny Suharsono didampingi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memeriksa takaran volume Minyakita saat pemantauan harga pangan jelang Lebaran, di Pasar Beringharjo, Kota Jogja,

 

JOGJA - Pemprov DIJ  bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pantauan harga dan pasokan bahan pokok (bapok) di Pasar Beringharjo Jogja, kemarin (14/3). Pantauan dilakukan untuk memastikan kestabilan harga dan stok bapok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H.

"Ketersediaan stok hingga harga komoditas bapok aman dan saling beriringan," ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Beny Suharsono di sela peninjauan di Pasar Beringharjo Jogja.

Beriringan dalam artian stok bahan pangan stabil, sehingga tidak terjadi inflasi karena harganya juga stabil. Namun jika ketersediaan pangan ada permintaan berkurang maka akan terjadi deflasi.

"Di Pasar Beringharjo itu (harga dan stok) beriringan, semua terjaga agar pertumbuhan ekonomi di DIJ dapat meningkat," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, mereka juga melajukakan pengukuran kesesuaian volume dengan mengecek taksiran Minyakita. Acara yang diinisiasi Biro Perekonomian dan SDA Setprov DIJ ini diikuti Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ Ibrahim, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, TPID DIJ dan Kota Jogja, Satgas Pangan Polda DIJ dan pihak terkait lain.  "Ini tidak ada drama dan rekayasa ya (pengecekan volume)," bebernya.

Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jogjakarta telah dipastikan mempunyai stok pengaman cukup sampai pasca Lebaran. Selain itu juga diadakan operasi pasar (OP) hingga program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

"Saya kira pedagang mematok harga sesuai mekanisme pasar dan sudah ada beberapa komoditas yang memiliki harga acuan,"  terangnya.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menemukan harga cabai rawit di Pasar Beringharjo kisaran Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram. Menurutnya, harga ini layaknya pada hari normal dan bukan kenaikan yang ekstrem ataupun signifikan.

Sementara daging sapi dibanderol Rp 130.000 per kilogram. Untuk daging sapi KW 1 dibanderol dengan harga Rp 120.000 per kilogram. "Stok bahan pangan secara keseluruhan cukup untuk menutup kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri," ujarnya.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Beringharjo Ida Chabibah mengatakan, harga sayuran sempat mengalami lonjakan pada hari pertama hingga ketiga puasa. Lalu perlahan mulai turun hingga hari ini (kemarin, Red).

Misalnya pada komoditas cabai rawit. Dia mengatakan harga sangat fluktuatif. Sempat dibanderol Rp 60.000, lalu naik Rp 80.000 dan turun lagi hingga kemarin kembali naik dengan harga Rp 85.000 per kilogram. Sementara untuk jenis cabai lain harga standar.

"Cabai lainnya biasa, standar. Keriting merah Rp 40.000 dan keriting hijau Rp 30.000 perkilogram," ujarnya.

Ida memprediksi harga sayuran akan kembali melonjak pada tiga hari sebelum Lebaran hingga pasca Lebaran. Meski harga terbilang tinggi, masyarakat tetap akan membeli walaupun jumlah pembelian dikurangi. (oso/laz)

Editor : Heru Pratomo
#stok bapok #Sekprov #TPID #Pemprov DIJ #hasto wardoyo #pasar beringharjo #Wali Kota Jogja #idul fitri #harga #HBKN #Benny Suharsono