PURWOREJO - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas pemberangkatan armada pengangkut barang ekspor berisi mainan anjing buatan Purworejo, Selasa (25/2). Barang ekspor senilai Rp 3,5 miliar itu bakal dikirim ke berbagai negara di Eropa dan Amerika.
Barang ekspor dari bahan baku kayu kopi dan sabut kelapa tersebut merupakan hasil kerajinan dari pelaku UMKM. Lokasi produksinya berada di Desa Besole, Kecamatan Bayan. Adapun bahan baku diambil dari berbagai daerah penghasil kopi dan kelapa, seperti Temanggung, Wonosobo hingga Jogja.
Mendag Budi Santoso mengapresiasi atas inisiatif warga Purworejo yang berhasil merubah limbah menjadi barang bernilai jual tinggi. Dia juga melihat produk kerajinan berupa mainan anjing ini punya peluang atau pangsa pasar yang cukup menjanjikan. Sebab produk tersebut saat ini tidak hanya dilirik negara berkembang, tapi juga negara maju. "Program perluasan pasar ekspor ini harus membawa manfaat seluas-luasnya," jelasnya.
Budi meminta agar pelaku UMKM mulai ikut membidik peluang pangsa pasar luar negeri. Pihaknya juga akan mendorong agar produk dalam negeri dapat diterima pasar ekspor melalui berbagai skema. Saat ini, lanjut dia, sudah ada perwakilan Indonesia di 33 negara yang siap memfasilitasi pola kerjasama untuk mencukupi kebutuhan ekspor.
Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum produk Indonesia dapat diterima pasar manca. Salah satu kuncinya pelaku UMKM mampu adaptif dengan kebutuhan pasar.
Hal ini penting untuk peningkatan daya saing dalam rangka menjangkau pasar dunia. "Kami buat standar pameran ekspor. Jangan sampai begitu pameran belum tentu dilihat buyer," ungkap Budi.
Direktur PT Eco Choo Indonesia Dewi Harlas menyampaikan, meski terlihat sepele namun barang yang dikirim berupa mainan anjing tersebut mendapat perhatian pasar dunia.
Ia memproduksi mainan anjing dari kayu dan sabut kelapa dengan harga jual bervariasi, mulai USD 5- USD 25, tergantung jenis dan ukuran. "Bentuk mainan atau buat gigit-gigitan anjing. Ini sudah kelima kirim, sekarang kirim 25 ton," jelasnya.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi ikut bangga dengan produk lokal Purworejo yang berhasil menembus pasar ekspor. Kondisi ini menurutnya akan membawa dampak positif bagi daerah.
Selain berdampak dari sisi pertumbuhan ekonomi, aktivitas ekspor juga dapat membuka lapangan kerja. "Mungkin tidak terfikirkan sebelumnya, ternyata mainan anjing bisa jadi peluang. Harapan kami ini bisa diperluas," kata Dion. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo