JOGJA - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mencatat ada penurunan kuota alokasi gas melon pada 2025. Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta tidak panik karena ketersediaan bahan bakar tersebut tergolong aman.
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, alokasi gas melon dari Pertamina Patra Niaga ke Kota Jogja mencapai 22.000 metric ton. Jumlah itu mengalami penurunan sekitar 440 metric ton atau dua persen dibanding tahun sebelumnya.
Riswanti membeberkan, penurunan itu terjadi karena serapan kuota gas melon pada 2024 lalu sebesar 98 persen. Meskipun ada pengurangan kuota, menurutnya itu bukan masalah besar karena alokasi sudah disesuaikan dengan kebutuhan.“Kami akan memantau dan memastikan ketersediaannya,” ujar Riswanti, Minggu (16/2).
Terkait dengan permintaan masyarakat terhadap gas melon, dia menyebut memang cukup fluktuatif. Sebab ada kondisi saat masyarakat tidak terlalu membutuhkan gas melon. Sehingga ketersediaannya melimpah ruah.
Namun tidak jarang juga sebaliknya, ada momen masyarakat sangat membutuhkan gas melon. Seperti menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Sehingga membuat ketersediaan gas melon di pasaran menipis lalu berdampak pada terjadinya kelangkaan.“Biasanya pada minggu pertama dan kedua (ramadhan) stok gas cenderung melimpah,” terang Riswanti.
Guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas melon, dia menghimbau gar masyarakat tidak melakukan panic buying. Yakni membeli kebutuhan pokok secara berlebihan karena khawatir tidak mendapatkan jatah. Pantauan Disdag Kota Jogja, pihaknya kerap mendapati konsumen yang membeli lebih dari satu tabung. Hal itu ditemui pada sebagian pangkalan.
Penyebabnya karena kekhawatiran konsumen nantinya sulit mencari, sehingga memilih untuk menyetok ketersediaan. “Tidak perlu menyetok karena gas melon selalu tersedia selain itu juga jangan panic buying karena akan mengganggu pasokan,” pesannya.
Kepala Disdag Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani menyampaikan, pihaknya selalu berupaya agar stok gas melon selalu aman di pasaran. Bahkan juga dilakukan komunikasi yang intens dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas DIJ guna memastikan ketersediaan.
Vero sapaannya berharap, melalui upaya tersebut nantinya bisa turut menjaga ketersediaan gas melon agar menjaga harganya tetap dalam kategori wajar. Terlebih ketika menjelang dan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN). Seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri. “Kalau ada kekurangan pasti akan diajukan kuota fakultatif,” ungkap Vero. (inu/pra)