MAGELANG - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Kabupaten Magelang diwarnai dengan kegiatan fashion show di Ketep Pass, Senin (10/2). Alih-alih diikuti oleh model profesional, fashion show kali ini justru melibatkan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang. Mereka kompang mengenakan batik khas Magelang.
Sedikitnya ada 24 wartawan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan fashion show itu. Meski terlihat kaku, namun mereka tampil dengan maksimal. Ditambah dengan gaya andalan masing-masing wartawan. Kegiatan ini praktis membuat tamu terhibur. Mereka ingin memperlihatkan jika busana batik tidak hanya digunakan oleh karyawan kantoran. Tetapi juga wartawan yang bekerja di lapangan.
Bagi Ketua PWI Kabupaten Magelang Nina Atmasari, peringatan HPN kali ini menjadi spesial karena turut andil dalam mendorong potensi yang ada di wilayahnya, terutama UMKM. Hal itu selaras dengan tema yang diangkat, yakni Pers Mendukung UMKM untuk Kemandirian Ekonomi.
UMKM yang terlibat adalah Klaster Batik Magelang yang terdiri dari 24 perajin. Masing-masing dari mereka membuat produk berupa busana yang dikenakan oleh wartawan untuk fashion show. "Mereka juga membawa beberapa produk batiknya untuk ditampilkan di sini," lontarnya di sela kegiatan.
Wartawan surat kabar di Jogja itu menyebut, PWI juga ingin ambil bagian untuk menunjukkan eksistensi batik di Kabupaten Magelang. Karenanya, puncak peringatan HPN ini ditandai pula dengan meluncurkan batik dengan motif khas Kabupaten Magelang. Dia berharap momentum ini menjadi langkah awal agar UMKM terus tumbuh karena menjadi satu penopang ekonomi di Kabupaten Magelang.
Nina menambahkan, selain meluncurkan batik dan fashion show, puncak peringatan HPN tingkat Kabupaten Magelang juga diwarnai dengan penanaman bibit pohon tabebuya dan dilanjutkan dengan pelepasan burung. Dua kegiatan itu menjadi agenda tahunan PWI setiap HPN sebagai wujud pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Ketua Klaster Batik Magelang Hayatini Siswiningrum mengaku senang dengan upaya PWI untuk mempromosikan produk-produk miliknya. Dia juga ingin agar batik khas Kabupaten Magelang itu semakin dikenal oleh masyarakat luas. "Karena motif yang kami buat itu mencirikan Kabupaten Magelang, seperti Candi Borobudur, Menara Langit Ketep Pass, dan lain-lain," katanya.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menilai, tema yang diangkat cangat relevan dengan kondisi saat ini. Sebab peran pers dan UMKM sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Peran pers dalam UMKM yaitu memberikan informasi yang akurat, mempromosikan produk-produk lokal, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mendukung UMKM," ucapnya.
Sepyo juga menekankan, pers dapat menjadi katalisator dalam menggerakkan roda ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dia berharap, sinergi antara Pemkab Magelang dan PWI dapat berjalan dengan baik sehingga turut mendukung pembangunan. (pra)