GUNUNGKIDUL - Harga komoditas cabai di Gunungkidul mulai turun drastis. Sebelumnya tembus Rp 120 ribu, kini dipatok dengan harga Rp 60 ribu per kilogramnya, Selasa (21/1). Ketersediaanya cabai di Gunungkidul sempat mengalami kelangkaan. Stok yang menipis mempengaruhi fluktuasi harga di pasaran.
Pedagang Sayur Pasar Argosari Wonosari Karti (47) mengatakan, penurunan harga signifikan mulai terjadi dalam sepekan terakhir. Harga komoditas cabai sepekan lalu dipatok Rp 120 ribu per kilogramnya. "Alhamdulillah sekarang stoknya banyak, harga juga mulai turun menjadi Rp 60 ribu per kilogramnya," ujar Karti.
Harga yang mulai turun berbanding lurus dengan peningkatan jumlah yang dibeli oleh konsumen. Menurutnya, harga yang sempat mengalami kenaikan membuat konsumen mengurangi pembelian cabai di pasar. "Meskipun sebenarnya harga Rp 60 ribu per kilogram itu masih dalam kategori tinggi, tapi kemungkinan akan terus turun," ucapnya.
Dia menyebutkan, cabai keriting dan rawit merah dipatok dengan harga Rp 60 ribu per kilogramnya. Untuk cabai keriting hijau dipatok dengan harga Rp 24 ribu per kilogramnya. Sedangkan, cabai rawit hijau kini Rp 40 ribu per kilogramnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, penurunan harga komoditas cabai dipengaruhi oleh pasokan yang kini mulai stabil. Sejumlah petani cabai di Gunungkidul dilaporkan telah memanen. "Cuaca semakin baik, suplai semakin lancar, kami berharap harga dapat terus turun hingga berangsur normal," ujar Heryani.
Petani cabai yang sudah memanen, kata Heryani, di Karangrejek, Wonosari, Duwet, Plembutan, Playen, Bendung dan Kalitekuk. Kendati, stabilitas harga tidak dapat dilamukan secara cepat. "Kami terus melakukan pantauan harga di setiap pasar di Gunungkidul, memastikan harga-harga komoditas dapat tetus stabil," jelasnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo