Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekspor DIY Capai USD 51,95 Juta, tapi Yang via Bandara YIA Hanya USD 420 Ribu

Gregorius Bramantyo • Kamis, 9 Januari 2025 | 04:12 WIB
Pesawat di YIA
Pesawat di YIA

 
JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekspor DIY pada November 2024 mencapai USD 51,95 juta. Naik 6,43 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) dibandingkan Oktober 2024 sebesar USD 48,81 juta. 


Secara tahunan atau year-on-year (yoy) kenaikannya lebih tinggi sebesar 32,83 persen. Di mana pada November 2023 ekspor DIY hanya mencapai USD 39,11 juta. Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyampaikan, negara pangsa ekspor DIY di urutan teratas masih Amerika Serikat dengan nilai USD 20,93 juta dan andil 40,13 persen. Lalu Jerman dengan nilai USD 4,67 juta dan andil 8,95 persen. Kemudian Jepang senilai USD 4,32 juta dengan andil 8,28 persen. “Negara lain nilai ekspornya di bawah 2,5 juta dolar AS dengan andil di bawah lima persen,” katanya, Rabu (8/1).


Dia menjelaskan, secara kumulatif share tiga terbesar ekspor dari DIY Januari sampai November 2024 adalah pakaian jadi bukan rajutan dengan nilai USD 170,33 juta andil 34,93 persen. Yang kedua yakni barang-barang rajutan dengan nilai USD 57,50 juta andil 11,79 persen. Kemudian perabot/penerangan rumah USD 55,33 juta, andil 11,35 persen.

Ekspor DIY pada November 2024 mayoritas dikirim melalui pelabuhan Tanjung Emas di Semarang dengan nilai USD 36,12 juta atau 69,53 persen. Selain itu, pengiriman juga dilakukan melalui pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai sebesar USD 13,34 juta atau 25,68 persen. Lalu pengiriman melalui pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda sebesar USD 2,02 juta atau 3,89 persen. “Bandara YIA (Yogyakarta International Airport) sendiri sebesar USD 420 ribu atau 0,81 persen, dan lewat pelabuhan lainnya sebesar USD 0,05 juta atau 0,09 persen,’ ungkap Herum.

Baca Juga: Sadari Kebutuhan Teknologi, UGM Komitmen Optimalisasi Artificial Intelligence di Banyak Sektor

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati menyebut, YIA sebenarnya memiliki potensi besar untuk mendukung ekspor dari DIY. Terutama untuk komoditas seperti barang bernilai tinggi atau produk yang membutuhkan pengiriman cepat.”Seperti produk perishable atau tidak tahan lama dan yang mudah rusak,” katanya.

Namun, saat ini dia mengakui masih ada keterbatasan kapasitas kargo internasional di YIA. Terutama dalam hal frekuensi penerbangan internasional kargo langsung. Meski begitu, dia terus mendorong peningkatan fasilitas di YIA agar lebih mendukung ekspor dari DIY. Termasuk dengan mengupayakan peningkatan kerja sama dengan maskapai untuk membuka jalur kargo internasional. “Kami mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan YIA, terutama untuk komoditas yang sesuai dengan karakteristik transportasi udara,” ucap Yuna.

Baca Juga: Datangi Latihan di Stadion Mandala Krida, Suporter Berikan Motivasi, PSIM Jogja Wajib Menang di Laga Menjamu Persiku Kudus

PT Angkasa Pura I mencatat jumlah penerbangan di YIA turun pada 2024. Pada 2023 ada sekitar 4,3 juta penerbangan. Sementara jumlah penerbangan pada 2024 hanya 4,2 juta.


Penerbangan internasional tercatat sebanyak 203.075. Menjadi satu-satunya bandara internasional di DIY-Jateng, YIA ternyata hanya melayani dua maskapai internasional. Yakni penerbangan menuju Singapura dan Kuala Lumpur.

Selain itu, YIA juga turut melayani penerbangan kargo. Pada tahun 2024, jumlahnya naik 34 persen dari tahun sebelumnya dengan sekitar 15.671.477 penerbangan. (tyo/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#ekspor #usd #bps #PT Angkasa Pura (AP) I #yuna pancawati #Bandara YIA #DIY #Herum Fajarwati #Amerika Serikat