JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY kembali menggelar pasar murah di halaman dinas yang berlokasi di Jalan Kusumanegara No. 9 Semakin Yogyakarta hari ini Jumat (13/12). Pasar murah itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sepanjang 2024 ini.
“Tujuan pasar murah itu dalam rangka stabilisasi harga dan penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat Jogja,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Kamis (12/12).
Pasar murah tersebut melibatkan sembilan distributor ternama. Meliputi Bulog, PT Rajawali Nusindo Indonesia, PT Pangan Surya Makmur dan PT Goedang Grosir Berdikari. Selanjutnya PT Taru Martani, PT Wilmar, UD. BM Jogja serta Paguyuban Pedagang Beras. Ditambah Makmur Beras, dan BUMDES Binangun Mujur Sri Kayangan.
Sembilan distributor itu menjual bahan pokok seperti beras medium, beras premium, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng dan bawang merah. Ada juga bawang putih, telur ayam, ikan laut, dan masih bahan kebutuhan lainnya.
Harga bahan pokok di pasar murah ini jauh lebih murah dibandingkan dengan di pasar. Ini karena ada subsidi biaya distribusi sebesar Rp. 2000 per kg atau per liter yang diberikan Pemda DIY melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.
“Sebanyak 24 ton bahan pokok telah disiapkan untuk dijual dengan harga terjangkau,” lanjut Syam.
Rencananya pasar murah dimeriahkan dengan bazar UMKM yang menjual berbagai produk olahan pangan dan minuman. Masyarakat Jogj memiliki kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pasar murah yang diselenggarakan menjelang Hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menyambut perayaan tersebut. Pasar murah dimulai pukul 09.00 hingga pukul 13.00.
Syam menambahkan, dalam upaya meningkatkan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, instansinya telah melaksanakan berbagai program pada tahun ini. Salah satu program yang terbilang sukses adalah pasar murah. Dilaksanakan sebanyak 50 kali dengan menjual sejumlah 595 ton bahan pokok. Pasar murah itu juga bertujuan memudahkan masyarakat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
Selain pasar murah, ada pula operasi pasar di pasar pantauan DIY sebanyak tujuh kali. Kegiatandilaksanakan di Pasar Argosari Gunungkidul, Pasar Beringharjo Yogyakarta dan Pasar Imogiri Bantul. Lalu Pasar Prawirotaman Yogyakarta, Pasar Sleman, Sleman, serta Pasar Wates Kulon Progo. Operasi pasar menjual sebanyak 140 ton bahan pokok.
Berdasarkan data, operasi pasar sangat efektif meningkatkan ketersediaan bahan pokok dan menurunkan harga. "Kami sangat senang dengan hasil yang diperoleh dari operasi pasar ini," kata Syam.
Baca Juga: HET Gas Melon Naik, Disdag Gunungkidul Antisipasi Kelangkaan saat Libur Nataru
Dia berharap dapat melanjutkan program ini agar masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau. Instansinya juga melaksanakan Bazar Ramadhan sebanyak satu kali pada April lalu. Bazar menjual sebanyak 25 ton bahan pokok.
Bazar bertujuan memudahkan masyarakat mengakses bahan pokok dan menunjang usaha UMKM. Dalam acara itu, dinas memberikan subsidi biaya distribusi sebesar Rp 2.000,- per kg atau per liter di berbagai program stabilisasi harga. “Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses bahan pokok dengan harga yang wajar,” tandas Syam. (kus)
Editor : Heru Pratomo