Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kota (Pemkot) Jogja berupaya menghidupkan perekonomian lokal lewat festival angkringan yang selama ini menjadi ikon Yogyakarta.
Adapun FAYK 2024 mengusung tema Hangatnya Jogja dalam Angkringan. Kegiatan itu sukses menyedot ratusan wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
Para wisatawan juga terhibur dengan berbagai kegiatan para seniman dan musisi lokal yang disuguhkan selama gelaran tersebut.
FAYK 2024 sendiri diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan (Disadag) Kota Jogja dan diikuti oleh 58 tenant.
Meliputi 24 tenant angkringan, 24 tenant kuliner tradisional dan street food. Serta 10 tenan dari warga sekitar yang merupakan penjual di Pasar Ngasem
Dalam penghujung acara FAYK 2024 juga memberikan apresiasi kepada tenant angkringan terbaik.
Adapun juara pertama diraih oleh Angkringan Nona Manise.
Kemudian juara kedua Angkringan Wedangan Kondang, lalu untuk juara ketiga Angkringan Kamila.
Serta diberikan juara favorit kepada Angkringan Jejer Mbah Barjo yang menggunakan kostum tokoh pewayangan Bagong.
Kepala UPT Pusat Bisnis Disdag Kota Jogja Agung Dini Wahyudi mengatakan, melalui FAYK pihaknya ingin mengungkit perekonomian lokal.
Terlebih bagi para pelaku UMKM dan angkringan. Sekaligus menggelar kegiatan pada malam hari agar aktivitas ekonomi di sekitar pasar tradisional dapat semakin hidup.
Lebih dari itu, Agung pun memiliki misi agar melalui FAYK 2024 ini dapat semakin menghidupkan pasar rakyat di Kota Jogja.
Sehingga tidak sebatas sebagai tempat transaksi jual beli. Namun juga dapat dimaksimalkan untuk berbagai event seni maupun pariwisata.
“Melalui kegiatan ini harapan kami baik pedagang maupun pengunjung bisa senang. Alhamdulillah meskipun hujan, untuk hari ketiga ini cukup ramai,” ujar Agung saat ditemui, Minggu (8/12).
Dia pun berkomitmen, agar FAYK tahun berikutnya bisa digelar pada pasar-pasar tradisional lain yang ada di Kota Jogja.
Menurut Agung, antusiasme pengunjung untuk menikmati suguhan kuliner dan hiburan dalam FAYK juga cukup tinggi.
Pada hari terakhir FAYK 2024 sendiri, dia memperkirakan ada sekitar 2.000 pengunjung yang datang.
Tidak sebatas wisatawan lokal saja, namun juga wisatawan dari berbagai daerah serta mancanegara.
Di sisi lain, kehadiran pengunjung pun juga mendongkrak pendapatan para pengusaha angkringan yang ikut dalam FAYK 2024.
“Kami perkirakan selama tiga hari kegiatan ini perputaran ekonomi yang terjadi pada tiap tenant bisa mencapai Rp. 2 juta, bahkan ada yang lebih dari itu,” tandas Agung.