KEBUMEN - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman berkunjung ke Kebumen. Kedatangan rombongan dari Jogja ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai upaya Pemkab Kebumen dalam pengendalian inflasi daerah.
Rombongan TPID Sleman dipimpin langsung Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo didampingi Sekda Susmiarto. Pertemuan antara jajaran Pemkab Sleman dan Pemkab Kebumen berlangsung di Ruang Teater Disarpus Kebumen. "Kuncinya pengendalian inflasi itu 4 K. Memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan dan komunikasi efektif gerakan harga pangan," kata Sekda Kebumen, Edi Rianto, Kamis (24/10).
Dijelaskan bahwa gerakan pengendalian harga pangan memiliki peran cukup strategis karena berimbas pada stabilitas inflasi serta menekan angka kemiskinan daerah.
Baca Juga: PSS Sleman Dihadapkan dengan Konsistensi, Minggu Menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan
Baca Juga: Laskar Mataram Bertekad Jaga Keangkeran Mandala Krida, Menjamu Persekat Tegal Ingi Menang Besar Lagi
Upaya tersebut juga perlu dilakukan secara kolaboratif lintas sektoral. Perkembangan harga di Kebumen tahun 2024 khususnya cenderung stabil. Indeks perubahan harga berada diangka 0,65 sampai 0,98 persen.
Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo menyampaikan, maksud kunjungan TPID Sleman tak lain untuk belajar dari Kebumen dalam menghadapi gelombang inflasi. Terlebih pada tahun 2024 Kebumen telah berhasil meraih penghargaan TPID nasional, bahkan prestasi ini menyalip Sleman berkaitan upaya pengendalian inflasi daerah.
Atas dasar tersebut Pemkab Sleman perlu menelisik lebih dalam melalui strategi kebijakan. "Kami ngangsu kawruh. Penghargaan TPID Kebumen ini nomor satu. Kami nomor tiga. Banyak hal yang kami dapat untuk bahan perhatian di Sleman," katanya.
Sebelumnya, Pemkab Kebumen berhasil meraih penghargaan TPID tingkat nasinal. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada Wabup Ristawati di Istana Negara, Jakarta pada 14 Juni 2024.
Baca Juga: Tiba di Akmil Magelang, Presiden Prabowo Naiki Maung Garuda Sapa Warga Selama Perjalanan
Kabag Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah (Setda) Kebumen Purnowati menambahkan, tingkat inflasi di Kebumen masih dalam kondisi wajar. Menurutnya, inflasi daerah bisa dikatakan cukup mengkhawatirkan manakala sudah menyentuh angka lebih dari 4 persen.
Dia menjelaskan, secara makro penilaian inflasi tidak dapat berdiri sendiri. Melainkan melalui perhitungan dari berbagai indikator. Khusus Kebumen, sampai sekarang masih mengacu pada kondisi inflasi di wilayah Banyumas Raya.
"Inflasi dapat ditolerir itu kalau 2-4 persen. Di Indonesia secara umum tidak begitu tinggi. Kebumen masih di angka tiga persen," terangnya. (fid)