RADAR JOGJA - Angka pengangguran di kalangan Generasi Z (Gen Z) di Indonesia telah mencapai titik kritikal, yaitu sebanyak 9,9 juta orang (22/10/2024).
Ini berarti sekitar 22,25% dari total penduduk usia 15-24 tahun masih belum memiliki pekerjaan stabil.
Fenomena ini menimbulkan perdebatan apakah mereka adalah korban ekonomi atau beban bagi negara.
Faktor-Faktor Utama
Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran di kalangan Gen Z meliputi:
- Kesenjangan Keterampilan
Kurikulum sekolah-sekolah masih fokus pada teori, sehingga lulusan SMA/SMK seringkali tidak memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh industri saat ini.
- Biaya Pendidikan Tinggi
Biaya pendidikan tinggi menjadi penghalang bagi banyak generasi muda untuk melanjutkan studi lebih lanjut, sehingga mereka harus memilih antara mencari kerja atau melanjutkan kuliah.
- Perubahan Ekonomi dan Teknologi
Perubahan ekonomi dan teknologi yang cepat menuntut keterampilan baru yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam kurikulum pendidikan tradisional.
- Dampak Pandemi Covid-19
Pandemi telah mengurangi kesempatan kerja dan membuat banyak perusahaan melakukan pemecatan atau penghentian perekrutan, sehingga para pelamar masih sulit mendapatkan pekerjaan.
Dampak Pengangguran Struktural
Angka pengangguran struktural ini memiliki dampak signifikan baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Beberapa konsekuensi utama termasuk:
- Masalah Kesehatan Mental
Ketidakaktifan sosial dan profesional dapat menyebabkan stres dan masalah kesehatan mental lainnya di kalangan anak muda.
- Potensi Hilangnya Generasi Produktif
Jika tidak ditangani, Indonesia bisa kehilangan potensi dari generasi muda yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi di masa depan.
Solusi Strategis
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif, seperti:
- Meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada keterampilan praktis yang relevan dengan industri kontemporer.
- Menyediakan akses pendidikan yang lebih terjangkau melalui beasiswa dan program bantuan.
- Mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang dinamis.
- Meningkatkan kesadaran tentang peluang kerja dan pendidikan di kalangan generasi muda melalui kampanye informasi yang efektif.
Dengan pendekatan yang tepat, tantangan ini dapat diubah menjadi peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Generasi Z dan Indonesia secara keseluruhan.
Negara harus bersiap untuk memberikan dukungan yang lebih kuat kepada lapisan muda agar mereka dapat berkembang sebagai sumber daya manusia yang produktif dan tangguh dalam era digital saat ini.
Penulis: Indah Cahya Mentari
Editor : Bahana.