Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BI Rate Turun, Kadin hingga DPD REI DIY Optimistis Investasi dan Perekonomian Meningkat

Fahmi Fahriza • Minggu, 22 September 2024 | 03:10 WIB
Ilustrasi ekonomi Indonesia.
Ilustrasi ekonomi Indonesia.
 

JOGJA - Bank Indonesia (BI) melalui rapat dewan gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 September lalu, akhirnya memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate. Sebelumnya, BI Rate tersebut berada di angka 6,25 persen, dan kini menjadi 6 persen.

 
Penurunan BI Rate tersebut disinyalir akan berdampak positif pada banyak sektor krusial, termasuk ekonomi. Untuk wilayah DIJ sendiri, penurunan ini juga disambut secara positif.
 
Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ Timotius Apriyanto mengatakan, keputusan BI menurunkan BI Rate ini menurutnya akan memberi stimulus perekonomian.
 
"Penurunan suku bunga ini bertujuan memberi stimulus ekonomi. Diharapkan konsumsi, investasi, dan kredit bisa meningkat," katanya, Sabtu (21/9).
 
 
Tim berujar, keputusan untuk menurunkan suku bunga tersebut jadi langkah yang berani. Namun, ia juga menyadari bahwa saat ini tidak banyak pilihan yang bisa diambil untuk menstabilkan ekonomi.
 
"Tidak ada pilihan lain untuk mendongkrak konsumsi masyarakat. Jadi keputusan ini bisa menjadi stimulus," ucapnya.
 
"BI Rate yang turun ini, semoga ada peningkatan dari sisi jumlah kredit. Baik kredit investasi dan modal kerja," sambungnya.
 
Lebih lanjut, mewakili Kadin DIJ, ia juga berharap keputusan ini bisa segera sampai pada Kebijakan-kebijakan yang bersifat operasional.
 
"Ini sudah disampaikan ke BI dan OJK agar bisa disosialisasikan dan diikuti kebijakan turunannya," paparnya.
 
Sementara itu, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIJ Ilham Muhammad Nur, turut menyambut positif penurunan BI Rate tersebut. Secara pribadi Ilham berharap, penurunan juga akan terjadi di sektor lain.
 
 
"Harapannya penurunan suku bunga BI akan diikuti juga dengan penurunan suku bunga KPR," harapnya.
 
Dari sisi investasi, Ilham memproyeksikan bahwa akan ada peningkatan investasi dan penjualan properti di DIJ. Kendatipun soal besaran peningkatan nya, ia belum bisa merinci secara detail.
 
"Cukup yakin penjualan properti akan meningkat, khususnya dengan dengan cara KPR," urainya.
 
Secara pola, ia mengamati biasanya butuh waktu beberapa bulan untuk penyesuaian, setelah suku bunga acuan BI diturunkan. Harapannya, dampak positif dari penurunan tersebut bisa dirasakan setidaknya akhir tahun ini.
 
"Diharapkan dampak penurunan BI Rate bisa dirasakan di akhir tahun 2024," tandasnya (iza)
Editor : Heru Pratomo
#rei #rapat dewan gubernur (rdg) #KADIN #BI #kamar dagang dan industri #konsumsi masyarakat #DIJ #bi rate #bank indonesia #Ekonomi