Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ Timotius Apriyanto mengatakan, keputusan BI menurunkan BI Rate ini menurutnya akan memberi stimulus perekonomian.
"Penurunan suku bunga ini bertujuan memberi stimulus ekonomi. Diharapkan konsumsi, investasi, dan kredit bisa meningkat," katanya, Sabtu (21/9).
Tim berujar, keputusan untuk menurunkan suku bunga tersebut jadi langkah yang berani. Namun, ia juga menyadari bahwa saat ini tidak banyak pilihan yang bisa diambil untuk menstabilkan ekonomi.
"Tidak ada pilihan lain untuk mendongkrak konsumsi masyarakat. Jadi keputusan ini bisa menjadi stimulus," ucapnya.
"BI Rate yang turun ini, semoga ada peningkatan dari sisi jumlah kredit. Baik kredit investasi dan modal kerja," sambungnya.
Lebih lanjut, mewakili Kadin DIJ, ia juga berharap keputusan ini bisa segera sampai pada Kebijakan-kebijakan yang bersifat operasional.
"Ini sudah disampaikan ke BI dan OJK agar bisa disosialisasikan dan diikuti kebijakan turunannya," paparnya.
Sementara itu, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIJ Ilham Muhammad Nur, turut menyambut positif penurunan BI Rate tersebut. Secara pribadi Ilham berharap, penurunan juga akan terjadi di sektor lain.
"Harapannya penurunan suku bunga BI akan diikuti juga dengan penurunan suku bunga KPR," harapnya.
Dari sisi investasi, Ilham memproyeksikan bahwa akan ada peningkatan investasi dan penjualan properti di DIJ. Kendatipun soal besaran peningkatan nya, ia belum bisa merinci secara detail.
"Cukup yakin penjualan properti akan meningkat, khususnya dengan dengan cara KPR," urainya.
Secara pola, ia mengamati biasanya butuh waktu beberapa bulan untuk penyesuaian, setelah suku bunga acuan BI diturunkan. Harapannya, dampak positif dari penurunan tersebut bisa dirasakan setidaknya akhir tahun ini.
"Diharapkan dampak penurunan BI Rate bisa dirasakan di akhir tahun 2024," tandasnya (iza)