RADAR JOGJA - Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) John Kosasih menyebut investasi paling berharga saat ini bukan deposito atau saham. Tapi kesehatan. Pengalaman pandemi Covid - 19 lalu sudah membuktikan. Hal itu yang membuat BCA peduli pada sektor kesehatan.
"Karena masalah kesehatan bisa merembet ke masalah ekonomi, aktivitas berhenti total seperti saat lock down kemarin, bisa jadi masalah ekonomi, sosial, politik dan keamanan," kata John dalam penyerahan satu unit ambulans dari BCA kepada Rumah Sakit Umum (RSU) Queen Latifa, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/9).
Donasi ambulans diberikan BCA dalam rangka kerja sama perseroan dengan RSU Queen Latifa. John menambahkan, BCA menyadari ambulans merupakan salah satu aspek penting dalam layanan kesehatan.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja edisi Rabu, 11 September 2024
Baca Juga: Spot Mie Ayam di Yogyakarta yang Wajib Dicoba, Salah Satunya Berharga Murah, dan Membuat Kenyang
"Kami mendonasikan satu unit ambulans sebagai wujud komitmen BCA mendukung terciptanya fasilitas serta layanan kesehatan yang berkualitas" ungkapnya.
BCA memiliki rekam jejak cukup panjang dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat. Selain kerap memberikan bantuan fasilitas dan alat kesehatan di bawah payung Bakti BCA, perseroan juga senantiasa berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan, di antaranya edukasi dan implementasi program pencegahan stunting bersama BKKBN serta mitra lainnya dalam program PASTI (Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia).
Melalui dua Klinik Binaan Bakti BCA yaitu Praktik Dokter Duri Utara di Tambora, Jakarta Barat dan Klinik Bakti Medika di Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, BCA juga menyediakan layanan kesehatan umum, subsidi biaya pengobatan, keluarga berencana dan pemeriksaan kesehatan
lainnya. Sejak 2014, sebanyak 150 ribu lebih pasien telah menerima keringanan biaya
pengobatan umum dan KB di kedua klinik binaan tersebut.
Baca Juga: Spot Lari Pagi Di Yogyakarta Dengan View Alam Yang Bikin Kamu Betah
Baca Juga: Spot Lari Pagi Di Yogyakarta Dengan View Alam Yang Bikin Kamu Betah
Kemudian, BCA melalui kegiatan donor darah dan plasma konvalesen telah mengumpulkan
13.228 kantong darah dan 18 plasma konvalesen. Untuk membantu masyarakat memiliki penglihatan yang sehat, sejak 2001 BCA bersama SPBK Perdami menggelar operasi katarak gratis di lebih dari 90 lokasi pada 24 provinsi. Ada lebih dari 8.500 pasien telah pulih kondisi penglihatannya.
“BCA percaya bahwa kesehatan merupakan aspek berharga dari setiap insan manusia. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah kecil kami dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan. Melalui berbagai inisiatif kesehatan dan donasi yang telah kami lakukan, kami berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” tutur John Kosasih.
Direktur PT. Queen Latifa Husada Jaya Syaifudin, M.Kes menambahkan, RSU Queen Latifa melakukan lompatan luar biasa untuk berubah. Dimulai dengan rebrainding, di antaranya melakukan pembangunan gedung dan fasilitas baru lainnya. Tak hanya itu, tagline-nya pun berubah. "Kini menjadi Medika Tunggal Ika," jelasnya.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada BCA atas donasi satu unit ambulans kepada RSU Queen Latifa. Menurut dia, berada di Jalan Siliwangi atau yang dulu dikenal dengan Jalan Ring Road Barat, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas. Keberadaan unit ambulans baru diharapkan bisa lebih mengoptimalkan pelayanan. "Donasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kami," ungkapnya.
Editor : Heru Pratomo