RADAR JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ mencatat lapangan usaha jasa keuangan tumbuh sebesar 9,08 persen pada triwulan II 2024. Pertumbuhan itu memberikan andil 4,27 persen pada pertumbuhan ekonomi DIJ.
Jasa Keuangan menjadi lapangan usaha yang pertumbuhannya tertinggi kedua. Di bawah penyediaan listrik dan gas yang mengalami pertumbuhan 13,32 persen.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIJ Eko Yunianto mengatakan, meningkatnya literasi masyarakat berbanding lurus dengan pemanfaatan jasa keuangan di DIJ. Diakuinya, secara umum lapangan usaha jasa keuangan memang tumbuh.
“Masyarakat sudah mulai paham dan mengerti menggunakan jasa keuangan. Tentunya untuk bisa menggunakan, dasarnya harus mengerti dulu,” ujarnya, kemarin (11/8).
Baca Juga: Selain Deradikalisasi, Eks Napiter Difasilitasi Usaha
Seluruh aspek jasa keuangan di DIJ secara umum meningkat. Salah satunya dari sisi dana pihak ketiga (DPK). Hal ini menunjukkan masyarakat masih memiliki simpanan yang bisa ditabung di perbankan.
Dari sisi kredit pun masih bertumbuh. Sebab masih ada beberapa sektor yang masih membutuhkan pembiayaan dari perbankan. “Selama ini jasa keuangan memang selalu tumbuh. Harapannya ke depan juga masih terus tumbuh,” kata Eko.
Ia menyampaikan, jumlah single investor identification (SID) juga terus tumbuh dengan adanya edukasi yang masif di banyak kampus. Keberadaan Galeri Investasi (GI) juga mendorong mahasiswa untuk jadi investor saham.
Menurut Eko, literasi keuangan berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan lapangan usaha jasa keuangan. Sebab sebelum menggunakan, idealnya masyarakat sudah paham terlebih dahulu.
Baca Juga: Ditunggu Warga Bantul, Kontribusi Perguruan Tinggi di Jogja soal Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah
Upaya literasi keuangan tidak hanya dilakukan oleh OJK DIJ saja. Industri jasa keuangan di DIJ, kata Eko, juga wajib memberikan pemahaman ke masyarakat. Sehingga sebelum menggunakan jasa keuangan, masyarakat sudah memahami manfaat dan resiko saat mengakses jasa keuangan. “Nasabah perlu tahu resiko dan manfaatnya sebelum menggunakan,” jelasnya.
Kepala BPS DIJ Herum Fajarwati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2024 berdasarkan lapangan usaha tumbuh positif secara tahunan. Pertumbuhan tertinggi adalah lapangan kerja listrik dan gas sebesar 13,32 persen. Diikuti lapangan usaha jasa keuangan yang tumbuh 9,08 persen. “Kemudian konstruksi sebesar 8,5 persen,” katanya.
Berdasarkan struktur perekonomian, yang paling tinggi adalah lapangan kerja industri dengan andil 11,87 persen. Diikuti pertanian sebesar 10,72 persen. Akomodasi, makanan dan minuman sebesar 10,37 persen. Kemudian Infokom 9,68 persen, dan konstruksi dengan andil 9,01 persen.
Lima lapangan pekerjaan tersebut sudah menyumbang 51,65 persen terhadap perekonomian DIY. “Artinya lebih dari separuh ekonomi DIJ ditopang oleh lima sektor utama ini," ucap Herum. (tyo)
Editor : Satria Pradika