Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Magelang Bantu Gairahkan UMKM untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Bahana. • Jumat, 9 Agustus 2024 | 17:29 WIB

MEDIA PROMOSI UMKM : Ratusan pelaku UMKM binaan DPPKUM Kota Magelang saat membuka stan pada gelaran Pasar Raya Magelang. Ini sebagai wujud keseriusan Pemkot Magelang mengena
MEDIA PROMOSI UMKM : Ratusan pelaku UMKM binaan DPPKUM Kota Magelang saat membuka stan pada gelaran Pasar Raya Magelang. Ini sebagai wujud keseriusan Pemkot Magelang mengena
RADAR JOGJA - Kepemimpinan Wali Kota Magelang dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD.,Subsp GH., FINASIM bersama wakilnya Drs M Mansyur, M.Ag, memberi perhatian besar terhadap keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Harapan besarnya, berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dokter Aziz dan Kiai Mansyur, sapaan akrabnya, sejak awal sepakat mendukung penuh pertumbuhan UMKM.

 “Kami menyadari bahwa UMKM memiliki peranan penting dan strategis dalam struktur perekonomian di Kota Magelang. Kehadiran UMKM memberikan sumbangan besar terhadap produk domestik bruto, penyerapan lapangan kerja, dan eksport,” kata dokter Aziz.

 Dukungan pemkot, antara lain berupa pendampingan, pelatihan-pelatihan dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas, membantu pemasaran, serta bantuan finansial.

Untuk pendampingan, misalnya para pelaku UMKM ini dibekali strategi manajemen dalam mengelola usaha, dalam mengatur keuangan, meningkatkan kualitas, serta cara pemasarannya.

 “Contoh konkret, secara berkala kami mengadakan pelatihan untuk mereka, kemudian mengikutkan pameran-pameran, mengajak mereka studi banding dan lain-lain. Juga memfasilitasi mereka untuk mendisplai produk dan berjualan. Sebagai contoh kemarin, kami mengadakan gelaran Pasar Raya di Alun Alun Kota Magelang,” tuturnya.

Terhadap gelaran Pasar Raya Magelang yang diperuntukkan UMKM ini, tahun ini (31 Juli – 4 Agustus) merupakan yang kedua.

“Sejak 2023, Pasar Raya Magelang ini menjadi kalender tetap tahunan. Tujuan, sebagai ajang UMKM untuk memperkenalkan produk-produknya, sekaligus berjualan,” tandasnya.

Benar adanya, melalui Pasar Raya, UMKM di Kota Magelang totalitas menggeber produk-produknya.

Capainnya juga menggembirakan. Pada gelaran Pasar Raya Magelang selama 5 hari tersebut, sedikitnya terjadi transaksi sebesar Rp 3.013.347. 000.

Nilai transaksi tersebut berasal dari stand kuliner Rp 1.960.000.000, multi produk Rp 940.000.000, dan UMKM binaan Rp 113.347.000.

“Dari capaian transaksi ini, membuktikan bahwa UMKM kita ini bergairah,” ungkapnya.

Fakta lain yang mengindikasikan bahwa UMKM di Kota Magelang terus tumbuh dan berkembang, belum lama ini Pemkot Magelang mengukuhkan 1.500 wirausaha baru hasil pelatihan untuk warga yang ingin mengembangkan UMKM.

Baca Juga: Kebijakan UNY soal Dosen Baru Wajib S3 Diwarnai Dugaan Adanya Pengguguran Status Kepegawaian

“Perkembangan yang membanggakan ini, menjadi bukti keseriusan Pemkot Magelang dalam mempromosikan produk UMKM kepada masyarakat luas, dan menjadi upaya mengentaskan kemiskinan dan  mengurangi pengangguran,” tandasnya.

Berbagai upaya tersebut diakui penting, mengingat Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam (SDA).

Dengan kesungguhan tersebut, dapat berdampak pada menurunnya angka kemiskinan, dan berkurangnya pengangguran di wilayahnya.

Dokter Aziz juga cerita perkembangan zaman.

Menurutnya, saat ini ekonomi kreatif yang memanfaatkan pengoptimalan inovasi, kreativitas, dan keterampilan, industri kreatif, telah menyumbang berbagai produk domestik bruto di Indonesia.

“Hal itu menunjukkan, bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk berjaya,” katanya.

Terlebih Kota Magelang merupakan daerah dengan potensi sumber daya alam yang minim. Sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui industri kreatif, sudah tepat.

"Saya mendorong kepada seluruh pelaku UMKM untuk berusaha meningkatkan daya saing produknya," ujarnya.

Pelaku UMKM juga harus terus berinovasi dan menemukan ide-ide baru terhadap produknya.

Juga perlu memperbanyak jaringan, misalnya dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pihak lain yang dapat mendukung usaha ke depan.

"Kami pemerintah, juga mengajak masyarakat Kota Magelang untuk turut serta dalam memajukan usaha lokal dengan cara memakai dan membeli produknya," pintanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah mendata, saat ini terdapat 10.674 pelaku UMKM dari berbagai tingkatan di Kota Magelang. Mulai pemula, menengah, dan atas.

“Jumlah pelaku UMKM di daerah kita ini, sangat dinamis, dan berpotensi mengalami peningkatan,” katanya.

DPPKUM memiliki pendamping UMKM di masing-masing kelurahan.

Para pendamping tesrebut, mendapat tugas memonitoring perkembangan para pelaku usaha, mulai dari produksi, hingga pemasaran.

Perhatian serius Pemkot Magelang terhadap UMKM, salah satunya diakui oleh UMKM Iwing Batik.

Pemilik Iwing Batik Magelang, Iwing Sulistiyawati mengaku merasakan perbedaan setelah mendapat pembinaan oleh DPPKUM.

"Kami disupport penuh. Ada pelatihan, bantuan peralatan usaha, hingga strategi pemasaran. Kemarin, saya juga baru saja mengikuti pelatihan untuk ekspor, dan diajak studi banding ke Jawa Timur," katanya.

Iwing sudah menggeluti usaha di bidang produksi batik sejak 2013. Semula, dia mengikuti serangkaian pelatihan dari DPPKUM.

Ketertarikan Iwing dengan apa yang ada di sekitarnya, membuat dia tak gentar untuk mengangkat potensi tersebut dengan media kain batik.

Seperti bunga, sepeda, water toren, Pangeran Diponegoro, dan lainnya.  (aya/jko)

 

 



Editor : Bahana.
#Magelang #Muchamad Nur Aziz #UMKM #Ekonomi #wali kota magelang