Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persaingan UMKM di Sleman Sangat Kompetitif, Dinkop UKM Mencatat Sebanyak 88.451

Delima Purnamasari • Jumat, 9 Agustus 2024 | 04:32 WIB
POTENSI EKONOMI: Sejumlah pelaku usaha kategori UMKM mengikuti kegiatan ekonomi yang digagas Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman di Lapangan Pemkab Sleman beberapa waktu lalu. 
POTENSI EKONOMI: Sejumlah pelaku usaha kategori UMKM mengikuti kegiatan ekonomi yang digagas Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman di Lapangan Pemkab Sleman beberapa waktu lalu. 

RADAR JOGJA - Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sleman pada 2023 mencapai 86.129 unit. Bahkan, berdasar Aplikasi Dataku DIJ tersebut, data sementara pada 2024 menunjukkan kenaikan menjadi 88.451 unit.

Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Sri Wahyuni Budiningsih menuturkan, tidak masalah jika UMKM di Sleman terus bertambah. Asalkan, pelaku usaha bisa kreatif menjawab persoalan dan kebutuhan konsumen. "Lakukan riset pasar dulu. Misalnya, kalau makanan rasanya enak, harga kompetitif, Insya Allah bisa diterima pasar," uja Sri.

Menurutnya, strategi kolaborasi bisa jadi solusi di tengah banyaknya usaha dengan produk sejenis. Dia memberi contoh kolaborasi antara UMKM sembako untuk menyediakan bahan baku usaha olahan. Selanjutnya, usaha olahan bisa menyokong UMKM katering. "Jadi kalau ada kebutuhan, tidak membeli dari luar wilayah, tapi ikut memberdayakan sesama pelaku usaha," ujar Sri.

Kepada para pelaku usaha ini, dinas juga melakukan monitoring melalui Forum Komunikasi (Forkom) UMKM. Sebanyak 17 forkom terbentuk. Mereka menyasar lima persoalan yang dihadapi pelaku usaha, yakni modal, pemasaran, produksi, legalitas, dan sumber daya manusia. Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha untuk bisa terus kompetitif, dinas membuat berbagai pelatihan. Mulai dari bimbingan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pencatatan keuangan. "Harapannya pelaku usaha punya produk yang kompetitif karena dari sisi produksinya sudah mengerti," tuturnya.

Sri berharap seluruh elemen dapat mendukung dan membersamai UMKM agar bisa berkembang. Bentuk dukungan itu di antaranya dengan menggunakan produk UMKM dalam setiap kegiatan. Berbagai acara juga dijadikan ajang untuk mengenal produk pelaku usaha.

Dian Ratnawati, seorang pelaku UMKM yang menjual es teler mengakui ketatnya persaingan usaha. Termasuk banyak orang yang menjual produk sejenis. Dulu, dia pernah memiliki kios. Tapi kemudian tutup karena banyak saingan. Sekarang hanya ikut acara dan buat produk sesuai pesanan saja. Walau demikian, Dian mengaku yakin untuk terus melanjutkan usahanya dan optimistis bertahan. "Saya juga jaga kualitas dengan bahan-bahan yang premium," ujarnya. (cr1/din)

Editor : Satria Pradika
#pelaku usaha #UMKM #usaha mikro