Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Daop 6 Targetkan Enam Perlintasan Ditutup Tahun Ini

Sevtia Eka Nova • Rabu, 31 Juli 2024 | 04:24 WIB
TITIK LOKASI: Petugas Daop 6 Yogyakarta bersama dengan kepolisian setempat melakukan penutupan perlintasan antara Jenar-Wojo.
TITIK LOKASI: Petugas Daop 6 Yogyakarta bersama dengan kepolisian setempat melakukan penutupan perlintasan antara Jenar-Wojo.

 

RADAR JOGJA - Daop 6 Yogyakarta terus berupaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Salah satu upaya untuk mewujud dengan menutup sejumlah perlintasan sebidang. Rencananya, akan ada enam perlintasan yang ditutup tahun ini.


Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro menyebut, saat ini sudah ada empat pertintasan sebidang yang ditutup. Dengan lokasi perlintasan yang tidak memiliki Nomor JPL, tidak dijaga, dan atau tidak berpintu yang lebarnya kurang dari dua meter. “Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Pasal 2,” ungkapnya.

Photo
Photo


Menurutnya, penutupan ini perlu dilakukan karena perlintasan sebidang menjadi salah satu titik rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun sebelum penutupan, tim Daop 6 telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitarnya.


Sebab keberadaan perlintasan sebidang di sebagian tempat melewati pemukiman warga dan daerah industri, sehingga rawan terjadi kecelakaan temperan. “Dalam kurun dua tahun terakhir telah terjadi 34 kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api,” ucapnya.


Dampak kecelakaan di perlintasan sebidang, katanya, tidak hanya berimbas pada korban jiwa dan kerusakan sarana kerteta api. Namun juga pada kerusakan prasarana berupa rel, bantalan, jembatan, dan alat persinyalan. Serta gangguan perjalanan dan pelayanan karena keterlambatan. “Ada penumpukan penumpang hingga pengalihan ke moda transportasi lain (overstappen),” rincinya.


Adapun upaya lain yang Daop 6 lakukan untuk peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang dalam kurun waktu 2020-2024 di antaranya sosialisasi keselamatan secara langsung di perlintasan sebidang, sekolah, maupun masyarakat. Selain itu, Daop 6 juga mengusulkan pembuatan perlintasan tidak sebidang kepada pemerintah.

Yaitu dengan membangun flyover atau underpass. Serta melakukan perawatan dan perbaikan peralatan di perlintasan sebidang. “Kami harap seluruh unsur masyarakat dan pemerintah bersama-sama peduli terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada saat berkendara melintas perlintasan sebidang kereta api,” pesannya.


Dia merinci, saat ini terdapat 301 titik perlintasan sebidang. Terdiri dari titik perlintasan terjaga sebanyak 138 atau 46 persen. Serta titik perlintasan yang tidak terjaga sebanyak 163 atau 54 persen. (*/eno)

 

 

Editor : Satria Pradika
#Daop 6 Yogyakarta #perlintasan #menteri perhubungan