Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gandeng BRIN, Owner Bakpia Jogkem Berharap Oleh-Oleh Khas Jogja Bakpia Jadi Komoditi Ekspor

Heru Pratomo • Minggu, 14 Juli 2024 | 14:42 WIB
Produksi bakpia di outlet Bakpia Jogkem
Produksi bakpia di outlet Bakpia Jogkem

 

RADAR JOGJA - Tantangan supaya panganan khas Jogja bakpia mengglobal coba dijawab oleh owner Bakpia Jogkem Arya Ariyanto. Bukan dengan diberi pengawet supaya tahan lama.

 

"Kami sudah menggandeng BRIN (Badan Riset Indonesia Nasional), kalau gudeg saja bisa awet dikalengkan harapannya bakpia juga bisa," katanya ditemui di outlet Bakpia Jogkem Mangkuyudan, Jogja Sabtu (14/6).

 

Menurut pria kelahiran Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur pada 1975 itu, usaha untuk membuat bakpia tahan lama tapi tetap aman untuk kesehatan sudah beberapa kali dicoba. Tapi memang hasilnya belum sesuai harapan.

Baca Juga: Budayawan Achmad Charris Zubair Sebut Permainan Gubuk-gubukan Penuh Pembelajaran sebagai Modal Anak Menuju Dewasa

Baca Juga: Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 14 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Sungai Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.800 Meter

Arya memastikan bakpia produksi Bakpia Jogkem aman dari bahan pengawet. Dia pun membagikan tips membedakan bakpia dengan pengawet dan tidak. "Jika semut mau makan berarti itu tanpa pengawet," jelasnya.

 

Karena tanpa bahan pengawet, bakpia produksi Bakpia Jogkem hanya kuat tiga hari. Sehingga pasarnya pun masih seputar Indonesia. Dia memiliki angan supaya bakpia bisa menjadi salah satu komoditi ekspor dari Jogjakarta.

"Luar negeri paling Singapura, Malaysia atau Thailand yang ada penerbangan langsung," tutur alumnus Poltek Akademi Pariwisata Indonesia itu.

 

Arya juga menyebut, selain tanpa bahan pengawet, bakpia di Bakpia Jogkem diproduksi dengan cara yang berbeda. Keunikan Bakpia Jogkem, kata dia, terletak pada kelembutan isi, balutan kulit yang tipis dan tidak mudah rontok, serta penggunaan kacang hijau yang sudah dikelupas.

Baca Juga: Tanam Benguk serentak 18 ha di Kalurahan Kaliagung. (Dokumentasi Kalurahan Kaliagung)

Baca Juga: Mengenal Jogja Salsa Community, Jadi Wadah untuk Belajar Tari Salsa

Karena kacang hijaunya direbus, ditiriskan, dikukus dengan api, digiling tanpa api, di-mixer dengan api. "Sehingga kacang hijaunya itu sudah matang, di-oven hanya untuk mematangkan kulit yang hanya satu lapis, jadi lembut," paparnya.

 

Teknik yang dipakainya tersebut sebagai wujud prinsip ATM, amati, tiru, modifikasi. Diakuinya hal itu jadi salah satu kunci seorang entrepreneur. Hal lain yang dilakukannya dengan memodifikasi brand bakpia yang identik dengan nomor.

Juga kardus bakpia. Untuk Bakpia Jogkem menggunakan dus dengan corak batik yang memiliki makna filosofi. "Jadi memang dimodifikasi, bukan amati, tiru, plek," ujarnya sambil tersenyum.

 

Terkait dengan nama Jogkem sendiri, pria yang pernah bekerja di kapal pesiar itu menyebut merupakan akronim dari Jogja Kembali. Nama itu dipilih setelah sempat beberapa kali berganti nama. "Karena masyarakat Jogja suka singkatan," ungkap.

Baca Juga: Main Gubuk-gubukan, Indahnya Tinggal  di Kolong Meja dengan Teman-Teman Akrabnya

Baca Juga: Mengenal Jogja Salsa Community, Jadi Wadah untuk Belajar Tari Salsa

Dia mengenang pada 2017 lalu saat memulai usaha bakpia di Jalan Ireda bersama tiga temannya. Menurut dia, sejak awal kolaborasi mengajak investor bermitra harus mau berbagi pekerjaan, transparan hingga hasil.

Dari awalnya hanya laku tiga dus hingga bisa ratusan dus per hari. "Sampai ada yang nazar jika laku 300 dus akan jalan kaki ke Kasihan, ya sudah dia jalan kaki, kami ikuti naik motor," kenangnya sambil tertawa.

 

Tapi kini dia menyebut, dalam sehari Bakpia Jogkem bisa menjual 5.000-10 ribu dus per harinya. Bahkan jika di musim liburan jumlahnya bisa lebih banyak.

Outletnya pun dari awalnya hanya satu di Jalan Ireda berkembang menjadi empat outlet di Kota Jogja. Untuk pegawainya? "Ada lebih dari 300 orang dan mayoritas warga Jogjakarta, tidak hanya warga Kota Jogja saja."

 

 

 

Editor : Heru Pratomo
#arya #bakpia #komoditi ekspor #bahan pengawet #owner #bakpia jogkem #BRIN #UMKM