Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Branding UMKM di Jogja Masih Perlu Ditingkatkan, Dekranasda DIY Soroti Potensi Produk Kerajinan di Tiap Kampung

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 15 Juni 2024 | 02:56 WIB

JOGJA - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut penguatan merek atau jenama alias branding dari produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih perlu ditingkatkan.

Sebab potensi produk UMKM di DIY, terutama Kota Jogja, sangat potensial.

Wakil Ketua Dekranasda DIY Indah Rahayu Muniharti mengatakan, pemerintah daerah harus lebih banyak memberi kesempatan bagi produk kerajinan untuk berkembang.

Menurutnya, perkembangan tersebut mencakup aspek produksi, pemasaran, dan finansial.

“Selanjutnya pemerintah harus mengoptimalkan potensi produk kerajinan di setiap kampung,” katanya, Jumat (14/6/2024).

Untuk itu, kata Indah, perlu dilakukan identifikasi potensi kerajinan di setiap kampung.

Hasilnya bisa ditindaklanjuti dengan pelatihan dan pendampingan oleh Pemda dengan pemangku kepentingan terkait.

Ia menilai, setiap daerah di Kota Jogja memiliki keunggulan lokal. Misalnya jumputan di Umbulharjo dan ecoprint di Karangkajen.

“Branding keunggulan masing-masing wilayah ini yang perlu ditingkatkan karena belum banyak yang tahu. Yang tahu mungkin perajinnya, tapi kurang luas, sehingga perlu branding yang kuat," ujar Indah.

Ia menyebut, untuk menghasilkan produk yang berkualitas, maka diperlukan kurasi sehingga produk bisa naik kelas.

Tidak hanya berlomba membuat produk saja, tapi juga perlu diimbangi dengan kemampuan membranding diri.

Indah menerangkan, para pelaku usaha ini sudah pernah menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya saat pandemi Covid-19. Namun kini para pelaku usaha sudah bangkit dan kembali berkembang.

"Kalau bicara produk, maka perlu ditumbuhkan lagi satu daerah yang punya keunggulan lokal," ucapnya.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY Wawan Harmawan menyebut, branding masih menjadi pekerjaan rumah bagi pelaku UMKM, terutama di Kota Jogja. Selain itu, branding juga perlu diimbangi dengan kualitas dan kemasan yang bagus.

Kemudian, kata Wawan, pelaku UMKM juga perlu belajar tentang inovasi pemasaran. Sehingga brand yang dimiliki bisa semakin kuat.

“UMKM tidak bisa disamaratakan karena perlu disesuaikan dengan kapasitas masing-masing. Belajar produk bisa konstan, kualitas bisa standar, kemudian belajar pemasaran," jelasnya.

Menurut Wawan, ada banyak produk unggulan di Kota Jogja.

Seperti kerajinan, fashion, makanan, dan produk lain. Ia mengatakan, melalui konsep 1.000 UMKM, Kadin DIY memiliki peran untuk membuat UMKM unggul di wilayah masing-masing.

"Sehingga memiliki daya saing pemasaran yang cukup luas," katanya.

Ia berharap, Pemda bisa mendukung ekosistem dan iklim usaha yang kondusif bagi industri IT dan digital untuk pengembangan UMKM.

Lalu memberikan kesempatan lebih banyak untuk event seni dan budaya.

“Pemda juga harus mengajak pemangku kepentingan lain seperti kampus, dunia usaha, perbankan dan komunitas,” tandasnya. (tyo)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#produk #potensi #Perlu #Ditingkatkan #Soroti #branding #kampung #dekranasda diy #UMKM #Kerajinan #Jogja